Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Positif Covid, FK Unej Kembali Gelar Aktivitas Akademis Daring

Cholis Abrori, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Universitas Jember

Jember (beritajatim.com) – Fakultas Kedokteran Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menunda rencana pelaksanaan aktivitas akademis secara tatap muka. Gara-gara ada mahasiswa yang dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini dikemukakan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Unej, Cholis Abrory, Senin (10/8/2020). Sebelum ada informasi mahasiswa yang terkena Covid-19, FK Unej sebenarnya tengah menyiapkan ujian dan menggelar pembekalan untuk mahasiswa secara terbatas.

“Satu ruangan maksimal diisi lima orang mahasiswa. Cuma karena kami mendapat kabar itu, (kegiatan) langsung kami hentikan dulu dan melakukan penatalaksanaan sesuai protokol biasanya: mulai dari tracing segala macam,” katanya.

Tracing ini dilakukan terhadap hampir semua mahasiswa FK. Namun Cholis mengaku tidak ingat jumlahnya. “Banyak. CCTV pun kami periksa, siapa saja yang ada di ruangan, dan siapa yang sempat ketemu dengan yang terkonfimasi dan sebagainya. Dari situ kemudian dipilih siapa yang perlu swab dan tidak perlu swab,” katanya.

Sekitar 80 mahasiswa FK juga diminta untuk mengisolasi diri mandiri selama 14 hari. “Kalau mereka kesulitan makan segala macam, saya minta memberitahu. Ada beberapa donatur yang akhirnya mengirimkan makanan buat adik-adik (yang melakukan isolasi mandiri) di rumah kos. Mereka tidak kami izinkan keluar,” kata Abrory.

Menurut Cholis, setelah dilacak jejak (tracing), ada beberapa mahasiswa yang teridentifikasi positif Covid. Namun mereka sudah kembali ke daerah asal masing-masing. “Tapi kami tetap pantau dan minta dilakukan swab. Kami bekerjasama dengan gugus tugas di kabupaten-kota setempat untuk pemantauan lebih lanjut. Kami minta laporan dan kami dampingi masing-masing mahasiswa itu. Setiap hari kami follow up kondisinya,” katanya.

Berapa jumlahnya? “Saya tidak punya kewenangan mengeluarkan (data jumlah yang positif Covid), karena data ada di (Pemerintah) Kabupaten. Mereka yang melakukan swab ada yang di sini dan ada yang di luar (Jember),” kata Abrory.

“Alhamdulillah, (pasien) yang positif sudah negatif. Jadi konfirmasinya sudah selesai. Cuma kami menjaga kesiapan kami agar jika mahasiswa masuk, (protokol kesehatannya) benar-benar ketat,” katanya.

Namun, kegiatan pembelajaran pun akhirnya kembali dilaksanakan dalam jaringan. Bahkan untuk ujian pun akan dilakukan dalam jaringan internet. Hanya kegiatan administrasi perkantoran tetap berjalan seperti biasa dengan mengikuti protokol normal baru. “Setengah masuk, setengah tidak, shift-shiftan pembatasan,” kata Cholis. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar