Pendidikan & Kesehatan

Canangkan Gagasan Desa Tematik 2020

Mahasiswa PKN Kaji Potensi Desa Angsanah

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, melakukan Pengkajian Keadaan Desa (PKD) Angsanah, Kecamatan Palengaan, untuk dijadikan sebagai program prioritas dalam pelaksanaan Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV Berbasis Participatory Action Research (PAR) 2019.

Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui berbagai potensi yang ada di desa, terlebih sesuai dengan imbauan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan yang berencana membentuk Desa Tematik demi menggerakkan sektor perekonomian masyarakat di seluruh desa di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam pada 2020 mendatang.

“Berdasar hasil observasi maupun wawancara yang dilakukan, kami menemukan beberapa potensi yang selanjutnya dijadikan sebagai program di lokasi PKN. Di antaranya tentang potensi ekonomi yang berorientasi pada sektor pemberdayaan SDM (Sumber Daya Manusia) di Desa Angsanah,” kata Kordes Angsanah PKN XXIV IAI Al-Khairat Pamekasan, Moh Yasin, Minggu (14/7/2019).

Upaya merealisasikan Desa Angsanah sebagai salah satu desa tematik, merupakan gagasan dari kajian potensi desa yang dilakukan dalam program Mahasiswa Mengabdi 2019. “Hemat kami, Desa Angsanah sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai Desa Batik. Sebab di desa ini sangat kaya dengan SDM perajin batik dan sangat perlu untuk diberdayakan,” ungkapnya.

“Seperti kita ketahui bersama, selama ini jargon Desa Batik di Pamekasan sudah ditasbihkan pada Desa Klampar (Kecamatan Proppo). Padahal berdasar kajian kami, justru para perajin batik di Desa Klampar, juga banyak masyarakat dari Desa Angsanah. Sehingga hal ini juga patut diperjuangkan dan digagas oleh stakeholder disini, khususnya kepala desa Angsanah,” jelasnya.

Dari itu, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat termasuk aparatur desa Angsanah, untuk mengoptimalkan potensi yang ada demi menunjang sektor ekonomi masyarakat setempat. “Terpenting bagaiamana kepala desa bersama masyarakat juga harus memiliki semangat bersama mewujudkan gagasan ini, salah satunya mungkin dengan dibentuk BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebagai langkah awal,” sambung mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah (ESY) IAI Al-Khairat Pamekasan.

Hanya saja gagasan Desa Tematik Pamekasan, hingga saat ini belum ada ketetapan hukum, baik berupa Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup) ataupun produk hukum lainnya terkait desa tematik. “Memang untuk saat ini hanya sebatas seruan memaksimalkan potensi desa. Tapi jika hal ini dipersiapkan lebih dini, Insya Allah akan lebih mudah kedepan,” tegasnya.

Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Desa (Kades) Angsanah, Masduki. Ia menilai gagasan mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 16 dari 23 kelompok yang tersebar di empat kecamatan berbeda di Pamekasan, sangat inspiratif sekaligus membantu pembangunan di desa yang dipimpinnya.

“Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang sudah memberikan gambaran dan gagasan seputar desa tematik, hal ini tentunya sangat menunjang beberapa program desa yang akan kami siapkan. Terlebih dengan adanya imbauan dari Bupati Pamekasan, seputar desa tematik yang berorientasi untuk meningkatkan pemberdayaan sektor ekonomi desa,” kata Masduki.

Pihaknya juga berupaya untuk memfasilitasi mahasiswa untuk melakukan telaah dan kajian terhadap desa yang dipimpinnya, terlebih yang berhubungan dengan gagasan pemberdayaan masyarakat. “Semoga perjuangan adik-adik mahasiswa bisa bernilai ibadah dan mendapat balasan setimpal, sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas pengabdiannya,” pungkas Masduki. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar