Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa PKN Ikut Serta Bantu Sesama Melalui Aksi Donor Darah

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan yang melaksanakan program Perkulihan Kerja Nyata (PKN) di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, ikut serta melakukan aksi sosial donor darah, Rabu (27/8/2020).

Program yang digagas Pemerintah Desa (Pemdes) Larangan Badung, bersama Tim Satgas Covid-19 desa setempat, menggandeng Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, sebagai wujud komitmen untuk membantu sesama.

“Hari ini kita bersama rekan-rekan anggota PKN Posko 18 ikut andil melakukan aksi sosial donor darah untuk membantu sesama, apalagi saat ini merupakan momemtum tepat sebagai upaya membantu ketersediaan stok darah bagi yang membutuhkan,” kata Kordes Pos 18 PKN IAI Al-Khairat Pamekasan, Kholqiyatun Noriyah.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai salah satu bentuk pengabdian bagi masyarakat, sekaligus mengajak partisipasi dari masyarakat, khususnya masyarakat Desa Larangan Badung, untuk membantu sesama melalui aku sosial donor darah.

“Sebagai mahasiwa yang tengah melakukan program pengabdian, kami ingin ikut andil dalam berbagai aksi nyata dengan melakukan berbagai program sosial kemasyarakatan, salah satunya melalui aksi donor darah ini,” sambung mahasiswa yang akrab disapa Noriyah.

Tidak hanya itu, kegiatan sosial tersebut dapat memberikan manfaat kepada orang banyak, khususnya bagi mereka yang membutuhkan. “Kami hanya ingin mengamalkan hadis Nabi (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam), bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang memberi manfaat bagi sesama,” sambung mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI).

“Dari itu kami berharap berbagai program yang kami lakukan selama masa pengabdian ini, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya masyarakat Desa Larangan Badung, Palengaan. Termasuk program sosial donor darah,” harapnya.

Seperti diketahui, mahasiswa yang melaksanakan program pengabdian di Desa Larangan Badung, juga memamerkan produk yang disinyalir menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif di desa setempat. Salah satunya berupa produk melalui program pemberdayaan dengan kemasan produk Kripik Tette Ladung.

Sementara pihak UTD PMI Pamekasan juga memiliki komitmen untuk kembali melakukan aksi ‘jemput bola’ guna mengantisipasi kekurangan dan kekosongan stok darah. Hal tersebut mulai dilakukan sejak pekan pertama Agustus 2020, khususnya di tengah pandemi Covid-19. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar