Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa Kumpulkan 10 Kuintal Sampah Plastik di Pantai Timur Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam planetcare21 dan komunitas Mahasiswa Biologi UINSA Surabaya melakukan kegiatan brand audit di pantai timur Surabaya, Senin (26/7/2021).

Kegiatan brand audit merupakan rangkaian ekspedisi sungai nusantara yang memiliki misi membersihkan sampah plastik di sungai-sungai Indonesia. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui brand dari packaging atau bungkus yang menjadi sampah dan mencemari pantai dan sungai.

Sebanyak 23 relawan menggunakan tiga perahu dari gardu PLN Wonorejo menempuh perjalanan 1 jam hingga di menara pantau muara Kali Wonokromo. “Kami melakukan pembersihan pantai mangrove di timur Surabaya sampah plastik yang terbawa dari Kali Brantas,” ungkap Tania Arifka ketua planetcare21.

Lebih lanjut mahasiswi biologi Semester 6 UIN Malang ini menjelaskan bahwa sampah plastik dari sungai Wonokromo, Kali Surabaya dan Kali Brantas berkumpul di Pantai Timur Surabaya dan mengganggu ekosistem mangrove dan berpotensi menyebabkan pencemaran mikroplastik.

“Plastik yang terpapar matahari akhirnya terpecah menjadi serpihan kecil yang disebut mikroplastik. Kami memulai kegiatan dengan membersihkan sampah plastik yang membelit pohon dan akar mangrove, selanjutnya sampah kami kumpulkan berdasarkan brand atau produsen,” ungkap Aeshnina Azzahra ketua komunitas river warrior.

Jenis sampah yang paling banyak dijumpai adalah sachet makanan dan minuman, botol plastik, popok bayi sekali pakai, tas kresek dan styrofoam.

“Jenis jenis plastik yang kami temukan umumnya jenis plastik sekali pakai yang dihasilkan oleh top brand di Indonesia seperti Indofood, Unilever, Wings, Garuda Food, Mayora, Mamypoco Unicharm, Bestle dan berbagai produsen consumer good dan personal care,” ungkap Ahmad Nuril Fuad anggota Planetcare21.

Lebih lanjut Nuril meminta kepada produsen untuk bertanggung jawab atas sampah plastik yang dihasilkan dan tidak terkelola hingga menjadi pencemar di sungai dan pantai. Kegiatan brand audit di Pantai Timur Surabaya berhasil mengumpulkan sekitar 10 kuintal sampah plastik yang didominasi tas kresek dan sachet. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar