Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa KKN UPN Beri Pelatihan Daring Tentang Budidaya Microgreens

Pelatihan Budidaya Microgreens Mahasiswa KKN Secara Daring

Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah situasi pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sebanyak 34 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur memberikan Pelatihan Budidaya Microgreens ke warga Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Surabaya, Kamis (22/7/2021).

Pelatihan yang diikuti lebih dari 80 warga tersebut, dilakukan secara online atau daring dalam program pengabdian kepada masyarakat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Kelompok 13.

Menurut Avatachia Berliana Setiawan, salah satu mahasiswa KKN yang memberikan materi pelatihan tersebut, budidaya microgreens adalah konsep sederhana tentang menanam jenis sayuran berukuran mini bernutrisi tinggi yang tidak membutuhkan waktu lama.

“Jadi, microgreens adalah tanaman muda, lunak, serta yang dapat dimakan dan dipanen dalam bentuk bibit. Masa panen microgreens berkisar antara 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya,” katanya secara virtual.

Aryadeva Kemal Rafii, Mahasiswa KKN Kelompok 13 saat membuat video untuk Pelatihan Budidaya Microgreens

Apalagi, ditambahkan Aryadeva Kemal Rafii, mahasiswa KKN lainnya yang juga turut memberikan materi, secara teknis budidaya microgreens aplikasinya sangat mudah. “Selain dalam kurun waktu yang cukup pendek, cara menanamnya juga sangat mudah,” jelas mahasiswa semester 6 itu.

Mendengar hal itu, warga makin antusias. Buktinya melalui pertanyaan, banyak peserta yang ingin tahu lebih dalam tentang budidaya microgreens. Bahkan, salah satu peserta sempat memandang budidaya sayuran mini tersebut sebagai ladang bisnis baru.

Untuk itu, agar peserta bisa mempraktikkannya di rumah masing-masing setelah mengikuti pelatihan secara daring, para mahasiswa KKN memberikan bibit sayuran beserta peralatan yang dikirimkan melalui ekspedisi.

Sementara itu, salah satu Dosen Pembimbing Lapang, Ade Kusuma, M.Med.Kom mengatakan, KKN bertujuan mengasah mahasiswa untuk menjadi seorang motivator, inovator dan bisa memberikan problem solving terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Seperti halnya pelatihan microgreens yang diberikan oleh mahasiswa yang memiliki latar belakang bidang pertanian dan teknik pangan.

Hal serupa juga dilakukan mahasiswa KKN kelompok 14 dan 15 yang mengajak warga Rungkut Kidul dan Medokan Ayu untuk mengembangkan budidaya aquaponik, apotek hidup atau pengembangan kawasan rumah pangan lestari (KRPL). [kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar