Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa FK Unair Turun ke Pasar Pasar Beri Edukasi Pencegahan Covid

Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 25 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) melakukan bakti sosial yang dinamakan Mahasiswa Sapa Warga.

Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa FK Unair ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh oleh pihak fakultas. Dekan FK Unair Prof Soetojo Wirjopranoto pun mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kalau di hilir kan jelas sudah ditangani di rumah sakit tapi yang di hulu kadang kontrolnya tidak begitu ketat. Kita menurunkan mahasiswa kita untuk memutus rantai itu. Semakin cepat kasus positif Covid-19 dan kematian menurun di Surabaya semakin cepat mahasiswa bisa masuk lagi kuliah, kalau gini kan kita gak tau kapan bisa masuk lagi,” ungkap Soetojo Jumat (7/8/2020).

Mahasiswa Sapa Warga ini akan terjun ke masyarakat langsung sebagai agen promotif preventif terutama di pasar pasar tradisional. 25 mahasiswa tersebut akan dibagi menjadi 4 kelompok, ke 4 pasar yang berbeda, yakni pasar Wonokromo, Gayungsari, Pacar Kembang, dan Pucang Anom dengan memberikan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan, bahaya dan pencegahan Covid-19, serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Reyhana Khansa, mahasiswa FK Unair yang turut serta dalam kegiatan Mahasiwa Sapa Warga ini mengatakan bahwa nantinya ia dan temannya juga akan menjaring lebih banyak mahasiswa yang ingin berkontribusi. Selain itu kegiatan ini merupakan upaya edukasi sehingga dilakukan secara berkala.

“Sehari langsung menyebar ke 4 titik dengan 4 mobil, kami lakukan setiap Sabtu selama 4 minggu, kami juga melakukan evaluasi, harapannya agar ada perubahan yang signifikan dari masyarakat akan kesadaran penegakan protokol kesehatan dan PHBS,” tukas Reyhana.

Selain mendapat dukungan dari pihak fakultas, kegiatan Mahasiswa Sapa Warga ini juga mendapat apresiasi dari tim penanggulangan RS Lapangan Indrapura, yakni Laksamana Pertama TNI Dr Nalendra Djaya Iswara SpB SpBTKV.

“Ini sebenarnya kewajiban kita semua, apalagi akademisi yang kita harapkan adalah bagaimana mereka mampu mengevaluasi masyarakat dengan gitu kita bisa memutus rantai penularan,” kata Nalendra. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar