Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa FK Unair Geliatkan Gerakan Literasi

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dikenal sebagai mahasiswa yang kutu buku dan straight dalam urusan belajar. Mereka terkesan hidup tegas dan habis waktu untuk belajar ilmu eksakta. Namun, pandangan stereotip semacam itu bisa ditepis oleh mahasiswa FK Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Nur Sophia Matin (Profesi Kebidanan FK), Zumara Makrifah Azzahra (Pend dokter FK) dan Pandit Bagus Tri Saputra (Profesi dokter FK) menjadi wajah-wajah akademisi FK Unair yang tidak hanya sibuk belajar kedokteran, tetapi mereka juga berkarya secara literasi.

Dibawah naungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FK Unair, Nur Sophia Jatim atau yang akrab dipanggil Opi ini mengetuai Biro Literasi BEM FK mengajak teman teman mahasiswa FK untuk memulai budaya menulis.

“Kami ingin menciptakan budaya yang saling menginspirasi, memulai menulis apapun ketika berhasil meraih sesuatu atau dalam proses mencapai sesuatu,” ujar Opi.

Terinspirasi dari dr Mita Ernawati, alumnus FK yang telah menulis 6 buku panduan awal pembelajaran pendidikan dokter. Buku dari dr Mita yang awalnya untuk kalangan dalam mendapat respon dan minat dari banyak fakultas kedokteran lain di Surabaya, Malang hingga Kalimantan.

Opi meneruskan usaha serupa, ia bersama banyak mahasiswa lainnya yang dinaungi oleh Biro Literasi BEM FK Unair membuat setidaknya 9 buku kedokteran dan 7 buku non kedokteran atau fiksi.

“Gerakan literasi tentang banyak hal tidak hanya tentang kedokteran saja, beberapa dari kami juga ada yang menulis prosa bebas. Kami nanti, kami berikan pelatihan dan sarana untuk mengembangkan bakat terpendam,” ujar Opi.

Melihat geliat literasi mahasiswa FK tersebut Dekan FK Unair, Prof. Dr. Soetojo dr, Sp.U(K) mengapresiasi kinerja dan upaya literasi mereka.

“Saya mengapresiasi gerakan literasi ini karena apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat. Menyempatkan diri menulis itu memang sesuai dengan visi FK yang inovasi dan unggul. Dan tulisannya ini sangat bermanfaat untuk masyarakat intelektual secara luas. Karena di beberapa buku ini juga digambarkan kehidupan sekolah FK dan apa saja yang dipelajari di FK,” ujar Prof. Soetojo.

Selain memberikan apresiasi, Dekan FK tersebut juga memastikan akan mensupport kebutuhan Biro Literasi agar menciptakan iklim kualitas yang lebih baik.

“Kami support kebutuhan yang dibutuhkan untuk perbaikan kualitas, nantinya biar bisa berkembang dan menjadi contoh baik bagi FK lainnya,” pungkas Prof Soetojo. [adg/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar