Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Mahasiswa FAI UMSurabaya Gelar Aksi Teatrikal Menentang Israel

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadyah Surabaya (UMSurabaya) menggelar aksi teatrikal mengutuk segala aksi represif dan diskriminatif yang dilakukan pemerintah Israel terhadap masyarakat Palestina, Kamis (20/05/2021).

“Melalui aksi ini, kami mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk tidak tinggal diam, serta berperan aktif guna meredakan konflik yang terjadi. Selain itu, kami juga menyerukan negara-negara di seluruh dunia untuk bersatu mengutuk serta memutuskan hubungan bilateral dengan pemerintah Israel.” Demikian disampaikan Amelia Rhisma Rheta, salah satu orator dalam agenda itu.


Dalam aksi yang bertajuk “Teater Ibu Bumi Palestina” tersebut, secara simbolik digambarkan kekejaman tentara Israel terhadap masyarakat Palestina, khususnya terhadap kaum dengan kerentanan tinggi yakni perempuan dan anak-anak. Selain aksi teatrikal, agenda tersebut juga diisi dengan pengumpulan donasi untuk disalurkan kepada masyarakat Palestina. Nantinya bantuan tersebut akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) yang telah memiliki hubungan dengan Kementerian Kesehatan Palestina, sehingga dipastikan tidak akan salah sasaran.

Sementara itu, Thoat Stiawan Dekan Fakultas Agama Islam UMSurabaya menegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah konflik kemanusiaan. “Pendekatan yang digunakan tidak cukup dengan pendekatan politik maupun agama. Karena ini adalah konflik kemanusiaan, dan sisi humanisme menjadi pertimbangan utama bagaimana kita bersikap terhadap konflik ini,” katanya.

Menurut Thoat, wilayah Yerussalem sebagai kota suci tiga agama tidak semestinya dikotori dengan perang dan pertumpahan darah. Hal tersebut terbukti dengan adanya penolakan terhadap aksi Pemerintah Israel yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat dari negara, etnis maupun agama berbeda. Hal tersebut menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan yang dibangun telah menjebol sekat-sekat sektarian dan apabila solidaritas tersebut dipupuk dan diperkuat dengan baik harapannya dapat mewujudkan perdamaian abadi bagi masyarakat dunia. [adg/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar