Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Lonjakan Kasus DBD, Permintaan Trombosit Capai Belasan Kantong Per Harinya

Ponorogo (beritajatim.com) – Meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ponorogo, berbanding lurus dengan permintaan trombosit di Palang Merah Indonesia (PMI). Artinya permintaan trombosit juga mengalami peningkatan. Hal tersebut diutarakan oleh Kabag Pelayanan Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Ponorogo Sunarmi, tingginya kasus DBD akhir-akhir ini juga berdampak dengan penambahan permintaan trombosit.

Catatan dari UTD PMI Ponorogo, bulan Desember tahun lalu permintaan trombosit sebanyak 162 kantong. Dimana jika dirata-rata setiap harinya ada permintaan kurang lebih 5 kantong trombosit. Nah, jumlah itu meningkat tajam saat memasuki bulan Januari ini. Naik dua kali lipat tiap harinya.

“Bulan ini setiap harinya permintaan trombosit 10 hingga 15 kantong untuk pasien yang dirawat di rumah sakit,” kata Sunarmi, Kamis (20/1/2022).

Sehingga sampai tanggal 20 ini saja, permintaannya sudah lebih tinggi dibandingkan bulan Desember tahun lalu. Ini membuktikan bahwa akhir-akhir ini memang terjadi peningkatan kasus DBD. Sebab, saat tidak ada lonjakan, jarang sekali ada permintaan berisi sel darah tersebut. “Pasien yang trombositnya sangat rendah, itu yang biasanya dilakukan tranfusi,” katanya.

Meski terjadi peningkatan permintaan trombosit, Sunarmi mengaku pihaknya tidak mengalami kesulitan untuk memenuhinya. Menurutnya, saban hari selalu ada pendonor yang datang ke UTD PMI Ponorogo. Selain itu, proses untuk memisahkan darah utuh (whole blood) menjadi trombosit juga tidak memerlukan waktu yang lama. Yakni cukup 2 jam saja. “Proses memisahkan dari darah utuh ke trombosit hanya butuh waktu 2 jam saja,” katanya.

Dia berharap kasus DBD di Ponorogo bisa menurun. Sunarmi tidak ingin kejadian luar biasa (KLB) kasus DBD terjadi kembali. Sebab, saat KLB DBD lalu permintaan trombosit di UTD PMI Ponorogo mencapai 330 kantong per bulannya.

“Saat tidak ada lonjakan kasus, biasanya permintaan trombosit setiap harinya hanya satu ada dua kantong saja. Bahkan pernah juga tidak ada permintaan,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar