Pendidikan & Kesehatan

Lonjakan Kasus Covid di Jember Terjadi Pada Pekan ke-45

Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini,

Jember (beritajatim.com) – Tren kasus Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, selama lima hari terakhir mengalami peningkatan. Jumlah kasus tertinggi terjadi pada pekan ke-45 atau November 2020, yakni 151 kasus.

“Kalau dilihat dari grafik mingguan, memang ada peningkatan pada minggu ke-45. Semula grafik tertinggi ada pada minggu ke-30 yakni 96 kasus pada Juli,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jember, Selasa (10/11/2020).

Peningkatan kasus ini tak lepas dari peningkatan pengawasan terhadap penyakit menyerupai influenza (influenza like illness) di puskesmas dan infeksi saluran pernapasan akut berat (severe acute respiratory infections) di rumah sakit. Peningkatan pengawasan dilakukan setelah terbit surat edaran dari pemerintah pusat mengenai cuti bersama.

“Dari hasil surveillance ini, jika ditemukan tanda-tanda (Covid-19), ditindaklanjuti dengan pemeriksaan darah lengkap dan foto toraks. Jika ada tanda-tanda pneumonia, akan dilakukan tes swab (tes usap). Hasilnya pada beberapa hari terakhir, ada peningkatan,” kata Kusworini.

Tanggal 4 November, ditemukan ada 24 kasus. Tanggal 5 November ada 36 kasus. Tanggal 6 November ada 35 kasus. Tanggal 7 November ada 39 kasus. Tanggal 8 November ada 19 kasus. “Hari ini masih dilanjutkan konfirmasi kasus, karena berdasarkan feedback yang kami terima, ada yang dirawat di rumah sakit di Surabaya,” kata Kusworini.

Total hingga 9 November, ada 1.440 kasus Covid, 1.184 kasus diantaranya dinyatakan sembuh. Sebanyak 57 orang meninggal dunia karena Covid, 15 suspek baru, dan 142 kontak erat masih dipantau.

“Catatan kami yang meninggal banyak. Tapi ada definsi: meninggal karena Covid dan dengan Covid. Yang banyak meninggal adalah berstatus dengan covid, karena sudah ada penyakit komorbid. Masuk rumah sakit dengan gejala komorbid itu, dan dalam perkembangannya kondisi menurun dan diperiksa hasilnya memang positif Covid. Rata-rata pada pasien diabetes, hipertensi, jantung, stroke,” kata Kusworini. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar