Pendidikan & Kesehatan

Lockdown Lokal di Mergosono Kota Malang, Inisiatif Warga

PSBL hari pertama di Mergosono, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Wilayah kelurahan Mergosono, Kedungkandang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) atau Lockdown lokal sejak Jumat, (10/7/2020). Keinginan ini justru muncul dari inisiatif warga, tanpa pikir panjang Pemkot Malang pun langsung setuju.

Lockdown lokal ini berlaku di RW 03 dan RW 04 kelurahan Mergosono. Pilihan ini diambil karena ada 24 warga sekitar yang terpapar Covid-19. Pada pemberlakuan hari pertama Pemkot Malang meninjau langsung ke lokasi. Mereka ingin memastikan check point atau pintu masuk dilakukan pemeriksaan ketat.

“Saya datang untuk memastikan PSBL berjalan dengan baik. Utamanya di check point pemeriksaan suhu tubuh serta bagaimana proses pemantauan orang keluar masuk di wilayah ini,” kata Sutiaji.

“Hal ini harus kita apresiasi. Ini bentuk kesadaran masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayah Mergosono. Karena lockdown ini tanpa paksaan,” imbuh Sutiaji.

Baca Juga:

    PSBL akan diberlakukan selama 14 hari kedepan. Sutiaji menilai dengan Lockdown lokal sebenarnya aktivitas keluar masuk di kawasan ini dapar dipantau dengan baik. Dia berharap PSBL efektif dan berhasil memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bagi warga yang memiliki suhu lebih dari 37,3 derajat pada pemeriksaan awal. Warga tersebut kemudian di minta transit lebih dulu untuk nantinya di cek suhu kembali.

    “Catatan saya kurangnya tenaga penunjang di check poin agar saat pemeriksaan suhu tubuh dapat berjalan lebih cepat dan tidak terjadi penumpukan. kemudian juga belum ada tempat transit bagi warga dengan suhu badan yang tinggi sekaligus belum adanya tenaga medis dari Puskesmas Arjowinangun. Kedepan, saya sudah perintahkan pak Camat untuk segera melengkapi kekurangannya,” tandasnya. (luc/ted)






    Apa Reaksi Anda?

    Komentar