Pendidikan & Kesehatan

Lockdown Lokal Bakal Diterapkan di Mergosono Kota Malang

Polresta Malang Kota menangkap residivis curanmor.

Malang (beritajatim.com) – Angka penambahan pasien Covid-19 di Kota Malang makin memprihatinkan. Data pada Rabu, (8/7/2020) total pasien Covid-19 sebanyak 305 jiwa. Ada tambahan 15 pasien pada hari Rabu kemarin.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengaku telah menyarakankan lockdown lokal atau Pembatasan Sosial Berskala Lokal (PSBL) pada dua wilayah di Kota Malang, yakni kawasan Mergosono dan Bunulrejo. Sebab, di dua daerah ini angka pasien positif cukup banyak lebih dari 10 jiwa.

“Saya sudah sampaikan permohonan lockdown lokal di Mergosoni dan Bunulrejo. Untuk Mergosono sudah ditindaklanjuti oleh forum komunikasi kecamatan. Sedangkan di kluster Bunulrejo (Binor) juga kami dorong kebijakan serupa,” ujar Leonardus.

Baca Juga:

    Secara teknis, saat PSBL diberlakukan bakal ada pembatasan bagi warga yang akan masuk ke kawasan ini. Hanya warga yang memiliki KTP setempat yang diizinkan masuk. Lockdown lokal pun akan dilakukan di RW tertentu yang memiliki angka terkonfirmasi positif banyak di Mergosono.

    “Nanti TNI/Polri akan membantu menjaga daerah itu, karena orang luar tidak boleh masuk. Konsekuensinya, harus ada asupan sembako dan makanan primer bagi warga di wilayah tersebut. Bagi warga yang bekerja, instansi atau tempat bekerja harus diberitahu bahwa wilayahnya terkena PSBL karena berlaku selama 14 hari,” tandas Leonardus.

    Leonardus menyebut, selama lockdownlokal berlangsung, Polresta Malang Kota akan memberikan pengobatan khusus bagi warga yang sudah terkonfirmasi positif. Treatment khusus itu salah satunya dilakukan melalui pemberian obat herbal. Selanjutnya, Pemkot Malang bertugas melakukan tracing kepada warga sekitar selama masa PSBL. (luc/kun)





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar