Pendidikan & Kesehatan

Liburan Nataru, RSUD DR Soetomo Siap Hadapi Lonjakan Pasien

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), RSUD Dr Soetomo siap mengantisipasi lonjakan pasien. Menurut Dr Anang Endaryanto. dr.,Sp.A (K) Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, lonjakan pasien sudah biasa terjadi tiap musim liburan.

“Biasanya memang terjadi lonjakan, musim libur panjang sangat rawan penyakit karena pola rutinitas yang berubah. Juga harus mengatisipasi arus mudik arus-balik, kerumunan massa, banyak pelayanan kesehatan yang tutup menyebabkan lonjakan IGD,” ujar dr Anang, Jumat (20/12/2019).

RSUD DR Soetomo menyiapkan 255 total personil yang bertugas selama liburan Natal dan Tahun Baru, untuk sistem layanan siaga 24 jam yang terdiri dari IGD Operasional 24 jam, 118 Ambulance, Radiologi dan CT Scan, Layanan Laboratorium, Layanan Laboratorium, dan Ambulance Jenazah siaga 24 jam.

IBP siaga 6 kamar operasi, Rawat Inap berjalan seperti biasa dengan cadangan 95 brankar, dan Layanan Gizi: makanan pasien dan petugas. Kepala IGD dr Adria Hariastawa mengatakan bahwa pelayanaN IGD juga memberikan berbagai fasilitas yang telah diperbarui.

“Kami siapkan semuanya, mudah mudahan tanggal 23 ruang sesusitasi bisa siap. Yaitu, ruang biru yang menangani kasus yang susah. Biasanya ada tujuh bed sekarang kami siapkan 13,” ujar dr Adria.

Semua fasilitas dan kesiapan yang dilakukan RSUD Dr Soetomo adalah untuk membantu menangani situasi gawat darurat. Selain itu, saat ini di setiap kamar operasi juga telah disiapkan alat bius dan 2 alat bius cadangan.

Didukung oleh dokter yang siap melakukan operasi berserta dokter On Side ahli dalam penanganan operasi yang sulit. Trend penyakit selama liburan Natal dan Tahun Baru adalah penyakit yang berhubungan dengan pernafasan, peredaran darah dan pencernaan, yakni menyumbang 20 persen kenaikan pasien di musim liburan natal dan tahun baru.

dr Adria mengatakan bahwa kasus yang sifatnya kecelakaan sangat jarang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini. Kasus yang dikhawatirkan merebak saat liburan natal dan tahun baru, seperti miras dan kecelakanan kembang api juga tidak banyak.

“Selama liburan Natal kemarin, kasus miras dan kembang api tidak banyak terjadi, temuannya miras kosong dan kembang api hanya 1,” tambahnya. [adg/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar