Pendidikan & Kesehatan

Legislator DPR RI Ini Serukan Gotong Royong Nasional Hadapi Covid-19

Jember (beritajatim.com) – Gotong royong nasional adalah kunci menghadapi situasi krisis akibat menyebarnya Covid-19 di Indonesia. Demikian disampaikan Charles Meikyansah, anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jember dan Lumajang dari Fraksi Partai Nasional Demokrat, Kamis (26/3/2020).

“Gotong royong paling mendasar dan penting adalah menerapkan social distancing secara serius. Social distancing tidak bisa ditawar lagi. Kita semua harus membantu negara dengan sebisa mungkin dengan mengurangi mobilitas atau bahkan berdiam diri di rumah,” kata Charles.

Charles menjelaskan, simulasi harian Amerika Serikat, New York Times, menunjukkan bahwa dengan social distancing yang ketat, warga berberkontribusi sangat besar dalam menurunkan jumlah korban Cpvid-19 hingga 40 persen. “Hari ini berkoban demi negara tidak lagi harus berjuang dalam medan pertempuran tetapi sebisa mungkin social distancing,” kata Charles.

“Kesediaan pemerintah, DPR, elit politik dan dunia usaha untuk bersama-sama mengurangi mobilitas dengan seruan work from home harus diapresiasi. Namun juga harus diimbangi dengan keseriusan kita semua untuk social distancing,” kata Charles.

Charles juga meminta kepada semua pihak untuk bekerjasama menyukseskan kebijakan yang tengah diambil yaitu memperbanyak dan mempercepat tes cepat corona (rapid test). “Pemerintah harus mempercepat pengadaan infrastruktur lainya seperti alat pendekteksi dan obat. Sementara masyarakat secara sukarela memeriksakan dirinya apabila merasa ada gejala terjangkit corona,” kata mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam ini.

“Kami di Partai Nasdem sudah melakukan gotong royong nasional dengan mengintruksikan social distancing, meliburkan seluruh tenaga ahli fraksi dengan work from home. Kami membagikan masker. Partai nasdem juga siap apabila pemerintah sudah menyelenggarakan rapid test dengan menginstruksikan seluruh elemen dari tingkat paling bawah sampai pusat untuk melakukan tes corona,” kata Charles.

Charles meminta semua pihak belajar dari kasus di Italia. “Mitigasi Corona hari ini tidak bisa dilakukan serampangan dan hanya mengandalkan kesukarelaan. Kita harus belajar dari Italia yang akhirnya melakukan kebijakan lockdown nasional setelah data korban menunjukkan lonjakan drastis. Telat dan biaya yang harus dibayar sangat mahal, tidak hanya jumlah korban yang besar tetapi juga kontraksi ekonomi yang dalam,” katanya.

Menurut Charles, keputusan pemerintah untuk mengambil mitigasi model Korea Selatan harus dilakukan secara serius. “Sinergi seluruh elemen menjadi kunci. Termasuk melakukan intervensi kepada daerah atau intervensi daerah kepada masyarakat, apabila tidak memberlakukan pembatasan mobilitas sosial dan social distancing,” katanya.

Charles mendukung jika perusahaan sebisa mungkin mengurangi mobilitas sosial dan pemerintah memberikan stimulus agar dunia usaha tidak mengalami kontraksi yang berat. “Sekarang bukan waktunya berdebat untuk saling menyalahkan. Kata-kata Adlai Stevenson di New York Times pada 1962 relevan untuk kondisi sekarang: “would rather light a candle than curse the darkness (lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan),” katanya. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar