Pendidikan & Kesehatan

Lebaran, Faskes BPJS Mojokerto Tetap Buka

Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 55 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Mojokerto masih buka saat libur lebaran. Sehingga peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bisa mendapatkan pelayanan kesehatan saat libur lebaran.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto, Dina Diana Permata mengatakan, yakni tanggal 29 Mei sampai 13 Juni 2019. “Ada 29 FKTP di Mojokerto dan 26 FKTP di Jombang tetap buka. Dua puskesmas di Kota Mojokerto, 16 puskesmas di Kabupaten Mojokerto dan 19 puskesmas di Kabupaten Mojokerto,” ungkapnya, Senin (27/5/2019).

Sebanyak tujuh klinik pratama di Kabupaten Jombang, 10 klinik pratama di Kabupaten Mojokerto dan satu klinik pratama di Kota Mojokerto. Pelayanan H-7 sampai H +7 masih buka dengan tujuan agar peserta JKN-KIS mendapatkan kepastian pelayanan pada saat mereka menjalankan mudik ke kampung halaman.

“Peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan, bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS,” katanya.

Masih kata Diana, peserta JKN-KIS yang sedang mudik lalu membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi FKTP walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. Layanan kesehatan tersebut bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani,” jelasnya.

“Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iuran biaya dari peserta. Pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS diharapkan disiplin membayar iuran khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS,” ujarnya.

Untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat di-download secara gratis di Playstore dan Appstore.

“Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS. Di Kantor Cabang, Kantor Kabupaten/Kota Pulau Jawa, dan beberapa Kantor Kabupaten/Kota di luar Pulau Jawa, layanan khusus bagi peserta JKN-KIS disediakan mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 pukul 08.00 – 12.00 waktu setempat,” tuturnya.

Saat ini, telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan.

“Masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan. Selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran kami juga membuka layanan khusus di rumah sakit,” lanjutnya.

Yakni melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit, yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar