Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Latih Pembelajaran STEAM, Guru di Magetan Bikin Proyek Bottle Raft

Dosen PGSD Unesa saat memberikan pelatihan Pembelajaran STEAM pada 40 guru SD di SDN Unggulan, Magetan, Jawa Timur, Sabtu (16/7/2022).

Magetan (beritajatim.com) – Setiap tahun jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) rutin memberikan pelatihan kepada guru-guru SD untuk mengembangkan kompetensinya.

Nadia Lutfi Choirunnisa, Dosen PGSD FIP bersama rekannya Farida Istianah memberikan pelatihan tersebut di SDN Unggulan Magetan, Sabtu (16/7/2022). Tahun ini tema pelatihan adalah inovasi pembelajaran dalam rangka menghadapi kurikulum merdeka. Pelatihan hari ini dihadiri oleh 40 peserta. Topik khusus pelatihannya adalah pengembangan pembelajaran berbasis STEAM.

“Pembelajaran STEAM adalah pembelajaran yang mengintegrasikan muatan ilmu Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic. Output siswa dari pembelajaran STEAM adalah menghasilkan proyek dan perangkat pembelajaran berbasis STEAM,” terang Farida Istianah pada beritajatim.com, Sabtu (16/7/2022).


Pembelajaran STEAM perlu diajarkan pada siswa agar siap menghadapi perkembangan zaman di abad 21, meningkatkan minat siswa tentang pekerjaan di bidang STEAM, melatih siswa untuk aktif membangun konsep sendiri, menjadikan pelajaran makin sesuai dengan kehidupan, dan inovasi dalam kehidupan.

“Karena karakteristik STEAM ini kan integrasi Sains, Teknologi, Engineering, Art, dan Matematika dalam satu pengalaman belajar, kontekstual dengan kehidupan nyata, pembelajaran berbasis proyek, menyiapkan siswa untuk menjadi SDM yang mampu integratif, serta mengembangkan softskills,” lanjut Farida.

Selain itu, Nadia Lutfi Coirunnisa menerangkan jika penerapan STEAM yakni guru menganalisis capaian pembelajaran yang ada dalam kurikulum merdeka (Pilih capaian pembelajaran yang mewakili IPAS, Matematika, Prakarya-Rekayasa), setelah menentukan capaian pembelajaran, guru memikirkan permasalahan yang akan dibagikan ke siswa untuk dicari solusi. Setelah menemukan solusi, selanjutnya akan masuk kedalam tahap EDP (Engineering Design Process) yakni menganalisis proyek tersebut berdasarkan ask, imagine, plan, create, dan improve. Tahap selanjutnya yakni mempresentasikan hasil proyeknya

“Pelatihan tadi guru-guru mencoba membuat proyek dengan mengintegrasikan muatan-muatan tadi. Proyek yang dibuat adalah bottle raft atau botol rakit. Selanjutnya guru mengembangkan modul ajar STEAM menggunakan kurikulum merdeka,” kata Nadia. (fiq/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev