Pendidikan & Kesehatan

Langka Murid, Dindik Ponorogo Tutup 6 SD Negeri

Salah satu SDN di Kecamatan Siman yang dilakukan penutupan. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo kembali melakukan penutupan sekolah untuk jenjang sekolah dasar (SD). Tercatat ada 6 SD Negeri di 5 kecamatan di bumi reyog yang ditutup. Yakni SDN 1 Glinggang (Sampung), SDN 1 Poko (Jambon), SDN 2 Karanglo Lor (Sukorejo), SDN 2 Duri (Slahung), SDN Mangunsuman (Siman) dan SDN Patiha Kidul (Siman).

“Penutupan 6 sekolah jenjang SD itu sudah di SK- kan oleh bupati tertanggal 22 Februari 2021 lalu,” kata Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Imam Muslihin, Rabu (10/3/2021).

Keputusan penutupan diambil, sebab jumlah siswa yang terlampau minim dari tahun ke tahun. Selain itu, ditutup dinilai lebih baik, dari pada sekolah didera kesulitan pembiayaan.

“Pembiayaan SD selama dari BOS. Nah dana BOS sendiri merujuk dari jumlah murid, jadi ya berat untuk sekolah yang minim muridnya,” katanya.

Imam menyebut ada dua faktor yang membuat suatu sekolah minim peserta didik. Pertama, anak ingin sekolah di tempat lain. Kedua potensi anak di daerah tersebut juga kecil. Terlebih, di setiap desa itu punya lebih dari satu sekolah. Imbasnya, siswa yang masih ada, misalnya siswa kelas 6,nantinya akan dipindah ke SD yang terdekat. Dindik Ponorogo yang akan memfasilitasinya.

“Siswa yang dipindah itu diserahkan oleh orangtuanya untuk memilih SD yang dipilih,” katanya.

Sementara untuk tenaga pendidik akan diatur dan ditata oleh Dindik Ponorogo. Misalnya gurunya juga di pindah ke SDN yang terdekat. Sedangkan untuk aset yang bergerak juga dipindah ke sekolah terdekat.

“Untuk aset yang tidak bergerak seperti gedung nantinya akan diserahkan ke Pemda setempat,” pungkasnya.

Sebelumnya pada tahun 2019, Dindik Ponorogo sudah melakukan penutupan di SDN 2 Bondrang. Masuk Dusun Ngluweng Desa Bondrang Kecamatan Siman Ponorogo. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar