Pendidikan & Kesehatan

Langgar Protokol Covid di Jember, Tempat Usaha Terancam Ditutup

Jember (beritajatim.com) – Intensitas dan frekuensi operasi yustisi penegakan protokol Covid-19 di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan ditingkatkan. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya jumlah warga yang terkonfirmasi positif.

Awal Desember saja, sudah ada pertambahan 130 kasus konfirmasi positif baru, yakni 41 kasus pada tanggal 1 dan 89 kasus pada tanggal 2. Total ada 2.571 kasus konfirmasi positif di Jember dan 496 orang di antaranya dalam perawatan.

“Sebagai bagian dari Satuan Tugas Covid-19 Pemkan Jember, kami bersama TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja akan meningkatkan penindakan melalui yustisi. Kemarin kami belum banyak memberikan sanksi denda. Ke depan, pemberian sanksi denda akan ditingkatkan bagi orang dan pemilik tempat usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara benar dan tepat,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin.

Sanksi terberat, menurut Arif, adalah penutupan tempat usaha. Selain itu ada sanksi denda berupa uang mulai dari nominal Rp 25 ribu, Rp 50 ribu, hingga Rp 100 ribu. “Ini berlaku untuk masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.

Arif sudah bertemu Pelaksana Tugas Bupati Jember Abdul Muqiet Arief. Mereka membahas operasi yustisi dan mengintensifkan pemberitaan mengenai perkembangan Covid-19 setiap hari di Jember. “Dalam pemberitaan tersebut, juru bicara akan menjelaskan detail kenaikan atau penurunan maupun klaster baru di Jember, dengan harapan masyarakat bisa lebih paham lagi terhadap perkembangan Covid,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar