Pendidikan & Kesehatan

Laju Penularan Meroket Selama Libur Panjang, Masyarakat di Himbau Tetap di Rumah Saja

Surabaya (beritajatim.com) – Libur panjang natal dan tahun baru akan segera datang, tetapi belajar dari pengalaman, setiap libur panjang di masa pandemi Covid-19 terus menuai lonjakan kasus baru positif Covid-19 yang signifikan.

Untuk itu Dr Dewi Nur Aisyah dari Tim Pakar Satgas Covid, menyampaikan pentingnya masyarakat untuk belajar dari pengalaman agar libur natal dan tahun baru yang akan datang tidak lagi menyebabkan kenaikan kasus yang signifikan.

Dari data yang dipaparkan dalam webminar Covid-19 Dalam Angka: Belajar dari Pengalaman Libur Panjang, Rabu (16/12/2020), Libur Panjang selalu menyebabkan kenaikan kasus. Pada Libur Panjang Id Fitri 22-25 Mei, kenaikan kasus mulai nampak pada 10-14 hari pasca libur panjang, dengan prosentase kenaikan sebanyak 70-90 persen.

Pada Libur Panjang Hari Kemerdekaan dan dilanjutkan Libur pada 20-23 Agustus, kenaikan kasus mulai nampak pada minggu pertama hari pasca libur panjang hingga akhir September secara signifikan.

Pada periode libur panjang ini, selain kenaikan kasus harian secara signifikan, juga terlihat angka Positivity Rate (PR) yang bertambah. Sedangkan pada libur panjang pada Oktober 28-1 November. Kenaikan kasus baru nampak pada minggu ke 3 dan terus naik hingga mencapai 8000 an. Juga terdapat kenaikan PR dari 13,1 persen menjadi 17,31 persen.

Dr Dewi pun menerangkan, bahwa kenaikan PR menunjukkan laju penularan yang bertambah. Dalam artian, jumlah orang positif dari seluruh orang yang diperiksa. Meskipun PR didapatkan dari akumulasi dari orang yang dinyatakan positif dari seluruh orang yang diperiksa, tetapi hasil PR dan jumlah orang yang periksa tidak lah segaris lurus. Belum tentu meskipun banyak orang yang dites, PR juga banyak. “Semakin banyak orang positif, maka semakin tinggi laju penularan di daerah tersebut,” ujar dr Dewi.

“Biasanya kenaikan kasus akan terlihat pada awal minggu ke 2, tetapi pada libur panjang ke 3, ditemukan kasus masih melandai, ternyata lonjakan terjadi masuk minggu ke 3 dan hingga sekarang. Dan yang lebih menyedihkan PR masuk 17 persen,” tambahnya.

Dr Dewi pun mengatakan, oleh karena PR pun mengalami kenaikan yang signifikan, maka bisa dikatakan laju penularan naik saat terjadi libur panjang, bukan dikarenakan tes yang dilakukan lebih banyak. Karena selama libur panjang, terdapat banyak faktor yang memicu penularan.

“Titik event nya memang libur panjang, tetapi libur panjang tidak menjadi satu penyebab mutlaknya, ada juga variabel lain yang terjadi, yakni karena libur panjang orang banyak berkerumun di satu tempat, maka memicu kerumunan, sehingga jaga jarak menjadi tidak bisa lakukan. Tidak diterapkannya 3M, dan ketidakpatuhan 3M memicu penularan. Jaga Jarak yang paling penting karena dapat menghalau penularan hingga 85 persen. Jadi meskipun libur panjang kalau tidak kemana mana, tidak berkerumun dan di rumah saja, maka libut panjang tidak menjadi masalah disaat pandemi,” terang Dr Dewi. [adg/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk