Pendidikan & Kesehatan

Lagi, PDP Asal Mojokerto Meninggal Dunia

Foto: Ilustasi Virus Corona

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Mojokerto kembali meninggal. Pasien berjenis kelamin laki-laki tersebut meninggal di rumah sakit rujuk di Sidoarjo yakni RS Siti Hajar, Jumat (10/4/2020) pukul 08.30 WIB setelah menjalani perawatan selama empat hari.

Pasien berusia 53 tahun ini merupakan pasien rujukan dari salah satu Rumah Sakit (RS) swasta di Kabupaten Mojokerto pada, Senin (6/4/2020). Warga Kecamatan Mojoanyar ini datang dengan keluhan sakit demam, batuk, flu dan sesak nafas saat memeriksakan diri. Karena dicurigai gejala mengarah pada infeksi Covid-19 sehingga pasien dirujuk.

Pasien menjalani perawatan secara intensif di ruang isolasi selama empat hari di rumah sakit islam swasta di Kota Udang tersebut. Namun, pasien meninggal pada, Jumat (10/8/4/2020) sekiranya pukul 08.30 WIB. Belum keluarnya hasil uji swab menjadi dasar status pasien masih dalam PDP covid-19 Pemkab Mojokerto.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Pemkab Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra membenarkan kabar tersebut. “Kita dapat informasi pasien meninggal dari pihak RS Siti Hajar sekira pukul 08.30 WIB. Sampai saat ini hasil spesimen (sampel) swab belum keluar,” ungkapnya.

Masih kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto ini, tim medis langsung mengupayakan pengambilan spesimen swab untuk memastikan keberadaan virus tersebut. Namun belum sampai hasil uji swab keluar, kondisi pedagang di Pasar Dlanggu itu semakin memburuk dan tak tertolong.

“Kita sempat mencari ruang isolasi di rumah sakit Mojokerto tapi penuh. Akhirnya, kita mendapat ruang di Sidoarjo dan saat itu juga langsung dilakukan uji swab. Namun sampai sekarang hasilnya belum keluar. Untuk riwayat pasien, sehari sebelum dirawat baru saja pulang berkunjung dari Surabaya,” tuturnya.

Riwayat perjalanan pasien tersebut belum bisa dijadikan acuan dalam menentukan status pasien. Sementara dari penelusuran tim medis, pasien memiliki riwayat penyakit dalam, yakni Diabetes Militus (DM). dr Langit kembali menjelaskan, jika hal tersebut juga belum bisa menjadi pijakan dalam menentukan statusnya terkonfirmasi atau tidak terpapar Covid-19.

“Kita juga mendapat kabar (pulang dari Surabaya, red) itu. Pasien juga ada riwayat penyakit komplikasi tapi semua bukan menjadi acuan dalam menentukan status pasien apakah positif atau negatif terinfeksi Covid-19. Kita masih harus menunggu hasil swab dulu,” pungkasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar