Pendidikan & Kesehatan

Lagi, 2 Orang di Bojonegoro Terkonfirmasi Positif Corona

foto/ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua orang asal Kabupaten Bojonegoro terkonfirmasi positif corona. Keduanya masih menjalani perawatan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Senin (13/4/2020). Sehingga secara kumulatif jumlah positif Covid-19 di Bojonegoro sebanyak tiga orang.

Sebelumnya, satu orang meninggal dunia saat masih berstatus Pasien dalam Pengawasan (PDP) pada Sabtu (28/3/2020). Setelah hasil tes swab keluar, pasien yang berasal dari Desa Penganten Kecamatan Balen itu dinyatakan positif Covid-19. Data tersebut sesuai peta sebaran Covid-19 Jawa Timur yang dirilis melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id

Sementara Kabag Humas Pemkab Bojonegoro Masirin mengatakan, selain dua orang yang dinyatakan positif Covid-19, pada hari ini jumlah ODP sebanyak 34 orang. Penambahan ODP baru sebanyak enam orang di Kecamatan Bojonegoro dua orang, Kepohbaru, Padangan, Purwosari dan Sukosewu masing-masing satu orang.

Sementara ODP yang selesai dipantau pada hari ini sebanyak 10 orang dari Kecamatan Dander lima orang, Baureno, Kapas, Malo, Padangan dan Tambakrejo masing-masing satu orang. “Sedangkan untuk ODP yang telah selesai dalam pemantauan dinyatakan sehat secara kumulatif sebanyak 90 orang,” ujarnya.

Untuk memutus rantai penyebaran Virus Corona, Pemkab Bojonegoro menerbitkan surat tanggal 12 April 2020 yang berisi kewajiban yang harus ditaati oleh pekerja luar kota yang datang di Kabupaten Bojonegoro. “Informasi tentang lokasi Rumah Isolasi, data dan penanganan COVID-19 Kabupaten Bojonegoro dapat dilihat di website lawancorona.bojonegorokab.go.id,” pungkasnya. [lus/suf]

Empat poin yang harus dilaksanakan pekerja luar kota:

1. Pekerja dari luar Kabupaten Bojonegoro yang melaksanakan aktivitas di Bojonegoro, sewaktu datang harus melaksanakan isolasi mandiri selama 14 hari

2. Dalam masa isolasi 14 hari tidak diperkenankan melakukan aktivitas di luar rumah dan dilarang melakukan kontak fisik kepada siapapun.

3. Setelah masa isolasi 14 hari wajib dilakukan rapid test dengan biaya ditanggung oleh perusahaan.

4. Penekanan kepada Gugus Tugas Kecamatan dan desa untuk bersikap tegas dalam mengawasi pekerja yang datang di tempat yang dituju sehingga fungsi kontrol sosial masyarakat dijalankan dan ditaati.

Apa Reaksi Anda?

Komentar