Pendidikan & Kesehatan

Tingkatkan Komunikasi Publik

KSR PMI Pamekasan Dibekali Materi Jurnalistik Dasar

Pamekasan (beritajatim.com) – Sejumlah Korp Sukarelawan (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, dibekali materi jurnalistik dasar dalam kiat meningkatkan komunikasi publik melalui media massa bersama Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) di Aula PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur, Jumat (22/11/2019) malam.

Dalam momentum tersebut, anggota KSR dituntut menjadi garda terdepan PMI agar mampu berkomunikasi dengan publik maupun media massa. “Pembekalan menggali informasi dan data ini sangat penting bagi para KSR, termasuk cara berkomunikasi yang baik dengan semua pihak khususnya media massa,” kata Humas PMI Pamekasan, Hendra Zulkarnain.

“Hemat kami, pelatihan ini sangat penting bagi anggota KSR. Sehingga pelaporan rekan-rekan KSR bisa maksimal dalam menginformasikan berbagai informasi yang diperoleh di lapangan, apalagi saat ini para KSR juga sudah dibekali alat komunikasi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, KSR juga dibekali teknik dasar fotografi atau teknik dasar pengambilan gambar yang bagus dan baik. “Ini teknik dasar saja, meskipun tugas utama meraka adalah kemanusiaan. Namun ada bidang tertentu seperti dokumentasi yang biasa disertakan dalam sebuah laporan,” jelas pria yang juga tercatat sebagai wartawan dan fotografer profesional ini.

Sementara pemateri lainnya, Samsul Arifin menyampaikan teknik dasar jurnalistik hingga dasar hukum tentang pers. “Dasar hukum tentang pers ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, serta Inpres Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik,” kata Samsul Arifin.

“Dalam UU 14/2008 yang tertuang dalam Pasal 3, dikabarkan demi mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, yaitu transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dipertanggung jawabkan. Sedangkan dalam Inpres dijabarkan dalam menyampaikan setiap kebijakan dan program pemerintahan lintas sektoral dan lintas daerah kepada publik secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan seputar materi pres rilis dalam bentuk berita yang dibuat oleh public relation, humas organisasi, lembaga pemerintahan, perusahaan yang disampaikan kepala pengelola pers untuk dipublikasikan di media massa.

“Prinsipnya penulisan siaran pers layak muat adalah informasi yang bernilai berita dan cara penulisannya seperti wartawan, yakni menulis berita secara langsung alias straigth news dengan menggunakan anatomi piramida terbalik,” sambung reporter beritajatim.comĀ  yang juga tercatat sebagai Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pamekasan ini.

Dari itu, ia juga menyampaikan teknik sederhana menulis berita langsung yang mencakup beberapa poin penting bagi penulis sebuah berita atau rilis. “Strategi menyusun straight news meliputi penentuan unsur 5W+1H, menentukan fokus berita, menyusun dengan piramida terbalik, memaparkan data dan fakta, serta paparan testimoni dan kutipan,” tegasnya.

“Kenapa menggunakan piramida terbalik, anggap saja pembaca sebagai orang sibuk dan tidak memiliki cukup waktu dan lebih mudah dipahami pembaca, uraian informasi lebih singka, padat dan lebih fokus pada topik yang disajikan,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, kebijakan Kementerian dan Informasi (Kominfo) tentang Public Service Obligation (PSO) juga disampaikan guna memberikan pendidikan publik. “Kebijakan tentang PSO meliputi 3E+1N, yakni Education (mendidik), Empowering (memberdayakan), Englighting (mencerahkan) serta Nationalism (menguatkan NKRI),” pungkasnya. [pin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar