Pendidikan & Kesehatan

Kronologi Separasi Bayi Kembar Siam Asal Kendari dan Doa dari Sang Ayah

Surabaya (beritajatim.com) – RSUD Dr Soetomo Surabaya kembali menjadi sorotan karena berhasil menyelesaikan operasi kembar siam dempet dada perut atau yang dalam dunia medis disebut thoraco abdominus phagus.

Bayi mungil berusia 17 bulan yang menjadi pasien ke 99 Kembar Siam RSUD Dr Soetomo tersebut adalah Akila Dewi Syabila dan Azila Dewi Sabrina, putri dari pasangan Jayasrin dan Selviana Dewi asal Kendari. Bayi Akila dan Azila pertama kali dikenalkan ke publik oleh Tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo pada Jumat (2/8/2019) lalu.

Dr Agus Hariyanto SpA K Ketua Tim Kembar Siam mengatakan bahwa sebelum menjalani penanganan tingkat lanjut di RSUD Dr Soetomo, Akila dan Azila telah menjadi pasien yang dipantau oleh tim Kembar Siam RSUD Dr Soetomo, khususnya Dr Agus.

“Selama ini sejak dari awal kehamilan, kelahiran hingga sebelum dibawa kesini (RSUD Dr Soetomo, red), Akila dan Azila sudah dalam pantauan. Saya sering ke Kendari untuk lakukan observasi dan assessment,” ujar Dr Agus.

Menurut penuturan Selviana Akila dan Azila sendiri telah diketahui dalam kondisi kembar siam saat kandungan usia 4 bulan. Sehingga hingga kini, bayi Akila dan Azila selalu dalam pantauan yang cukup ketat.

Pada Senin (5/8/2019) Akila dan Azila mendapat kunjungan istimewa dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Khofifah datang untuk memberikan dukungan, semangat dan doa atas kesuksesan operasi separasi. Ia juga turut mengusahakan adanya Spesial Support dari BPJS untuk penanganan medis terbaik Akila dan Azila.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Dirut BPJS untuk mendapatkan spesial support dalam penanganan kembar siam terkait pemenuhan kebutuhan yang harus dilakukan oleh rumah sakit,” ujar Khofifah kepada beritajatim.com saat itu.

Setelah melalui serangkaian prosedur pemeriksaan medis, seperti cek darah lengkap, fungsi hati, fungsi ginjal, fungsi jantung, tes echo hingga fisik dan mental, akhirnya Akila dan Azila mendapatkan kepastian operasi separasi dan rekonstruksi pada Rabu (16/8/2019) kemarin.

Operasi pemisahan atau separasi Akila dan Azila dimulai dari proses mandi dan pemasangan infus sekitar pukul 05.30 WIB pagi. Sedangkan tim medis telah bersiap sejak pukul 03.00 dini hari. Kemudian Aqila dan Azila langsung dirujuk ke Gedung Bedah Pusat Terpadu RSUD Dr Soetomo.

Akila dan Azila masuk ke ruang operasi sekitar pukul 06.30 dan jalani induksi Sekitar pukul 07.40 WIB.

“Pukul 08.20 dipasang central line atau CVC oleh dokter anastesi kemudian pukul 09.05 tim bedah plastik menggambar area operasi kemudian bedah anak masuk,” kata Agus.

Proses dilanjutkan pemisahan liver. Proses pemisahan kedua bayi dinyatakan berhasil sekitar pukul 12.55 WIB.

“Pukul 14. 00 WIB bayi tanda hijau Aqila selesai dan masuk ke ICU. Pukul 17.00 WIB dinyatakan selesai pemasangan plat pada bayi Azila dan rekontruksi. Akila empat jam, selisih tiga jam Azila selesai,” kata Dr Agus.

Azila harus lebih lama berada di ruang operasi lantaran menjalani pemasangan plat pengganti tulang dada.Selama operasi berlangsung, kedua orang tua bayi Jayasrin dan Selviana Dewi masih menunggu dan menyaksikan melalui layar proyektor.

Mereka didampingi mertua masing-masing. Sembari terus berdoa, keluarga Aqila dan Azila berharap anak mereka melalui proses operasi lancar dan selamat.

“Alhamdulillah bisa terpisah, terimakasih ya Allah,” ujar Selviana penuh haru.

Saat ini pun, sehari pascaoperasi, Jumat (17/8/2019) Akila dan Azila dan kondisi yang stabil dan sudah dapat bergerak aktif. Kondisi Akila dan Azila saat ini, hemoglobin normal sehingga tidak membutuhkan transfusi, nafas teratur, dan usus sudah mulai bekerja Menurut Dr Agus, Akila dan Azila sudah dikenalkan dengan minuman melalui distraksi.

“Dalam kondisi yang stabil, sudah diberi minum sedikit sedikit agar memicu ususnya untuk kuat,” ujar Dr Agus.

Dr. Poerwadi salah satu staf dokter ahli Tim Kembar Siam juga mengatakan bahwa yang perlu diperhatikan saat ini adalah kemungkinan infeksi karena operasi eksposure atau pembedahan jaringan lebar. Untuk itu Akila dan Azila masih dalam perawatan instensif di ICU hingga setidaknya 7 hari pascaoperasi.

“Saat ini sudah tidak panas, sehingga masih dalam kondisi yang normal. Untuk kemungkinan infeksi akan ditangani dengan intensif,” ungkap Dr Poerwadi.

Menambahkan dari Dr Agus, orang tua juga turut menjadi salah satu penentu perkembangan kesembuhan bayi, kerana kehadiran orang tua akan mengurangi resiko stress yang dapat menghambat proses penyembuhan.

“Orang tua harus menemani. Karena kalau tidak bayi juga bisa stress, harus ada yang menenangkan. Asal memakai pakaian bersih dan steril, orang tuanya dapat masuk ICU dan menemani,” ujar Dr Agus.

Jayasrin pun mengatakan bahwa selama ini dirinya dan sang istri telah menunggu nunggu saat dimana kedua putri tercintanya dapat hidup secara mandiri dan menjalani aktivitas selayaknya anak seusianya.

Jayasrin, Sang Ayah membagikan harapannya untuk Akila dan Azila

“Selama ini saya menanti, kapan bisa dioperasi, bukan capek karena ngurus mereka. Tapi kami memang ingin mereka segera dipisahkan. Karena selama ini kasian, mereka jarang keluar rumah untuk bermain, mereka harus diam di dalam kamar yang steril tanpa asap rokok, ruangan bersih karena kata dokter mereka harus selalu steril,” tutur Ayah Akila Azila ini.

Kemudian ia pun menambahkan bahwa selama ini Akila dan Azila selalu merengek minta diajak bermain diluar seperti sebayanya.

“Kalau kami lihatkan keadaan diluar rumah lewat jendela, mereka selalu seperti protes ingin keluar, seperti bilang kenapa saya tidak bisa bermain seperti anak lainnya. Alhamdulillah sekarang sudah dipisahkan, peluang untuk bisa seperti anak pada umumnya jadi lebih besar. Semoga sehat dan bisa bermain main dengan ceria,” harap Jayasrin. [adg/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar