Pendidikan & Kesehatan

Kritisi Kebakuan Bahasa, Pelajar SMA Asal Gresik Sabet Prestasi

Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan bahasa baku selama ini belum diterapkan oleh pemangku kepentingan. Banyak bahasa baku utamanya dalam penggunaan Bahasa Indonesia masih sering salah kaprah dalam penulisan. Padahal, bahasa yang benar menunjukkan identitas bangsa.

Berangkat dari itu, siswi SMA Negeri 1 Manyar Gresik, Ashila Aushafa N.Denalis (17) mengkritisi Bahasa Indonesia yang masih banyak belum baku dalam penulisan. Atas dasar itu, siswi kelas XII malah menyabet prestasi yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Lewat vlog sambil berkeliling di Kota Gresik. Ashila nama panggilannya menunjukkan beberapa bahasa yang salah penulisan di beberapa area publik. Contohnya tulisan ‘Koprasi yang betul koperasi di salah satu sekolah SMA. Berikutnya ‘Foto Copy yang betul Foto Kopi’ dan masih banyak lagi.

Menurut Ashila, contoh tulisan yang tidak baku masih digunakan oleh masyarakat. Hal inilah yang menarik dirinya berusaha membetulkan penulisan yang baku sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (EYD).

“Masyarakat masih banyak yang salah kaprah dalam menggunakan penulisan yang baku. Hal inilah yang menjadi tantangan saya sebagai generasi muda pentingnya penggunaan bahasa yang benar,” ujarnya, Rabu (23/06/2021).

Dengan menggunakan penulisan bahasa baku yang benar lanjut Ashila, kedepannya masyarakat tidak hanya ‘copy paste’ saat melakukan penulisan di area publik. “Sambil berkeliling Kota Gresik saya juga menunjukkan beberapa penulisan yang benar di sejumlah area,” ungkapnya.

Sementara Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Dr Asrif mengatakan, lomba vlog kebahasaan ini sudah dilakukan sejak 2017. Kali ini ada 54 sekolah swasta serta 44 sekolah SMA negeri dan 10 SMK turut serta.

“Ada beberapa kriteria yang dilombakan mulai dari pelajar, guru dan umum. Ada 100 lebih siswa sekolah, dan ratusan guru maupun peserta umum. Intinya dari lomba kebahasaan ini. Balai Bahasa tidak anti bahasa asing justru sebaliknya harus menguasai bahasa asing. Tapi, tetap mengutamakan penulisan bahasa yang baik dan benar jangan seperti di negara Malaysia. Dimana, bahasanya amburadul melayu dicampur bahasa inggris,” pungkasnya. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar