Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Krisis Siswa Baru Dialami 3 SDN di Lamongan

Salah satu SD di Lamongan

Lamongan (beritajatim.com) – Tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Lamongan mengalami krisis peserta didik. Ketiganya tidak mendapatkan siswa baru dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD yang diberlakukan Dinas Pendidikan Lamongan.

Ketiga SD tersebut yaitu SDN Ngujungrejo di Desa Ngujungrejo, Kecamatan Turi, lalu SDN 1 Jegrek di Desa Jegrek Kecamatan Modo dan SDN 2 Sidomulyo di Desa Sidomulyo Kecamatan Modo. Meski begitu, ketiga SD Negeri ini masih tetap membuka pendaftaran bagi siswa baru hingga akhir Juli.

Kepala SDN Ngujungrejo, Yuni Maharani membenarkan hingga saat ini sekolahnya belum mendapat siswa baru. Dia menilai kondisi ini terjadi karena lulusan TK banyak yang lebih memilih untuk bersekolah di Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan jumlahnya hanya 1o anak.

“Yang lulus dari TK di sini kemarin ada 10 anak, tapi semuanya memilih untuk bersekolah di MI,” ujar Yuni, Selasa (19/7/2022).

Menyikapi hal ini, Kepala Disdik Lamongan Munif Syarif mengatakan, pihaknya akan memperpanjang masa pendaftaran siswa baru bagi SD yang belum mendapat siswa hingga bulan ini. Jika tak juga terpenuhi, pihaknya tak akan serta merta mengambil langkah untuk menutup sekolah yang tak mendapat siswa.

“Minimal ada 1 sampai 2 siswa, maka SD masih belum ditutup, pendaftaran kami perpanjang,” imbuhnya.

Munif menjelaskan, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan sejumlah SDN tidak mendapatkan murid baru. Seperti suksesnya program Keluarga Berencana.

“Hal ini karena kesuksesan program Keluarga Berencana (KB). Untuk SDN 1 Jegrek dan SDN 2 Sidomulyo di Kecamatan Modo karena di sana memang tak ada anak didik di TK. Sedangkan untuk SDN Ngujungrejo karena seluruh lulusan TK masuk di MI,” bebernya.

Lebih rinci mengenai kondisi ketiga SDN tersebut saat ini, Munif menyampaikan jumlah keseluruhan siswa di SDN Ngujungrejo ada sebanyak 25 siswa. Lalu di SDN 1 Jegrek ada 9 siswa, sedangkan di SDN 2 Sidomulyo ada sebanyak 29 siswa.

Melihat kenyataan ini, Munif bakal akan melakukan evaluasi 1 sampai 2 tahun mendatang. “Kami akan mengevaluasi lembaga pendidikan ini dalam 1 sampai 2 tahun mendatang. Semoga tahun depan masih ada murid baru,” tandasnya. [riq/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev