Pendidikan & Kesehatan

Krisis Saat Ini Lebih Berat daripada 1998

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember dan anggota DPRD Jawa Timur, Mohammad Satib, menilai krisis ekonomi kali ini lebih berat daripada krisis pada 1998.

“Sekarang sudah banyak terjadi pemutusan hubungan kerja. Itu pun masih ada social distancing. Pertemuan dibatasi, jaga jarak. Kita pun harus selalu menggunakan protokol kesehatan,” kata Satib, di sela-sela acara penyerahan bantuan sosial kepada warga terdampak, di Jalan Letjen Panjaitan, Jember, Minggu (3/5/2020).

Ini yang membuat DPC Gerindra Jember harus bergerak membantu. “Menjelang hari raya, kita menyisihkan sebagian rezeki untuk kepentingan masyarakat yang sedang mengalami musibah dengan adanya wabah corona,” kata Satib.

Bantuan berupa sembako dan sarung disalurkan melalui pengurus anak cabang di 31 kecamatan. “Kami punya infrastruktur hingga tingkat desa dan dusun. Mereka punya kewajiban mendistribusikan,” kata Satib.

Satib mengatakan, bantuan tak hanya akan disalurkan di kawasan kota, tapi juga perdesaan. Ia melihat selama ini bantuan sosial untuk warga terdampak Covid-19 lebih banyak diperuntukkan masyarakat kawasan kota. “Padahal di desa juga terdampak,” katanya.

Pemberian bantuan sosial diberikan bersama Djoko Susanto yang mendapat rekomendasi calon bupati bersama calon wakil bupati Ahmad Halim dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra. “Kami ajak berkolaborasi, karena tujuan kami satu hanya untuk masyarakat. Tidak ada persoalan,” kata Satib.

Djoko Susanto mengatakan, wabah Covid-19 menyebabkan perekonomian macet. “Dampak perekonomian berhenti tak sekadar dirasakan masyarakat kota, tapi masyarakat desa yang bekerja buruh harian paling merasakan dampaknya. Jadi itulah kenapa bantuan harus didistribusikan ke desa juga,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar