Pendidikan & Kesehatan

Kricha Ala Mahasiswa IAI Al-Khairat Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Mahasiswa Peserta Perkuliahan Kerja Nyata (PKN) XXIV Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, memberdayakan masyarakat Desa Kertagenah Tengah, Kecamatan Kadur, melalui program pemberdayaan kripik cabai yang mereka kemas dengan sebutan kricha.

Dalam program Mahasiswa Mengabdi berbasis Participatory Action Research (PAR) tersebut, mahasiswa menggandeng masyarakat desa setempat, khususnya kaum ibu melalui gagasan Womenpreneur dengan membeberkan teknik membuat kripik melalui bahan dasar buah cabai.

“Sebenarnya cukup banyak potensi di desa ini yang bisa dikembangkan, khususnya demi menunjang pengembangan sektor ekonomi masyarakat. Di antaranya gula siwalan hingga kripik cabai (kricha) yang kami sosialisasikan kepada masyarakat melalui program Womenpreneur,” kata Koordinator Kelompok 9 PKN IAI Al-Khairat Pamekasan, Siti Azizah, Senin (29/7/2019).

Pemberdayaan tersebut sengaja dilakukan karena dinilai lebih terjangkau oleh masyarakat, tentunya jika dibandingkan dengan potensi lain yang ada di desa setempat. Semisal produk gula siwalan yang dinilai lebih rumit dibandingkan gagasan yang mereka tuangkan dalam bentuk produk seperti kricha.

“Hemat kami, kricha ini cukup efisien dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Sekalipun disini juga ada potensi menjanjikan yang bisa memberikan dampak pada sektor ekonomi masyarakat, seperti gula siwalan dan lainnya,” sambung mahasiswa yang sudah memasuki semester 7 di perguruan tinggi yang beralamat di Jl Raya Palengaan (Palduding) Nomor 2 Pamekasan.

Terlebih proses pembuatan kricha juga jauh lebih mudah dibandingkan jenis potensi lainnya, apalagi dengan rasa yang cukup menjanjikan untuk dikunyah dan dinikmati. Ditambah dengan modal terjangkau dengan sejumlah bahan sederhana yang mudah didapat di sekitar desa setempat.

“Jadi proses pembuatannya cukup sederhana dan bisa dilakukan semua kalangan, hanya bermodal bahan sederhana berupa tepung beras dan bumbu dapur, bisa juga menggunakan bumbu instant semisal Roiko. Tapi untuk lebih menambah tekstur crispy pada Keripik cabe, kita bisa menambah sedikit tepung maizena ke dalam adonan. Terpenting proses pnggorengan Keripik cabe apinya jangan terlalu besar,” jelasnya.

Selain itu pihaknya berharap program tersebut berkesinambungan, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di desa setempat. Terlebih dirinya bersama anggota PKN lainnya hanya menjalankan tugas pengabdian dalam waktu yang relatif singkat, yakni selama satu bulan. Terhitung sejak 4 Juli hingga 5 Agustus 2019 mendatang.

“Tentunya kami berharap melalui program Womenpreneur ini, nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat di Desa Kertagenah Tengah, Kecamatan Kadur, dengan harapan bisa berlanjut di kemudian hari dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa ini,” harapnya. [pin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar