Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Zona Oranye Penyebaran Covid-19

Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto bersama 32 kabupaten/kota lainnya di Jawa Timur masuk zona oranye penyebaran Covid-19. Kasus kluster Lingkungan Sidomulyo dengan total 50 orang positif Covid-19 dinilai bukan menjadi penyebab kota dengan tiga kecamatan ini masuk dalam zona oranye.

“Tidak juga (bukan Kejadian Luar Biasa, red), karena ini kan di level RT. Levelnya bukan level kota tapi level RT sehingga yang kita lakukan lockdown di RT tersebut sampai benar-benar kondusif. Hasil tracing semua selesai,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Rabu (16/6/2021).

Namun, tegas Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini, semua warga di Lingkungan Sidomulyo yang terpapar Covid-19 sudah dilakukan isolasi. Dua orang warga menjalani isolasi di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo dan 48 orang warga lainnya menjalani isolasi di Rumah Observasi Rusunawa Cinde.

“Tapi alhamdulillah semua kan sudah kita lakukan isolasi dari 50 orang yang ada. Hasil tracing berikutnya ini tidak berkembang lagi, ya cukup sampai di sini saja. Harapan kita tidak berkembang lagi dan kita obati sesuai dengan SOP. Kita masih menunggu laporannya, investigasi sedang dilakukan. Dari mana datangnya, masih sama-sama dilakukan investigasi,” katanya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menambahkan, ketika ada warga yang terinfeksi virus tidak mau terbuka melakukan pemeriksaan maka dikhawatirkan akan menjadi potensi menularkan kepada yang lain. Sehingga saat ini, tim masih melakukan investigasi terkait 50 orang warga Sidomulyo dinyatakan positif Covid-19 tersebut.

Di Jatim sendiri, 33 kabupaten/kota masuk zona oranye Covid-19. Kemudian, ada empat kabupaten/kota yang masuk zona kuning Covid-19. Kasus aktif Covid-19 di Jatim hingga kini tersisa sebanyak 3.221 kasus. Bangkalan menjadi daerah dengan kasus aktif tertinggi yakni 599.  [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar