Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Zona Merah, Wali Kota Ingatkan Kewaspadaan

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kapolresta Mojokerto dan Dandim 0815 Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengingatkan kepada warga Kota Mojokerto untuk lebih meningkatkan kewaspadaan di tengah pandemi Covid-19. Menyusul, adanya satu pasien positif Covid-19 di kota dengan tiga kecamatan tersebut.

“Seluruh warga Mojokerto dan sekitarnya perkembangan Covid-19 terjadi transmisi lokal luar biasa,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Bogiek Sugiyarto dan Dandim 0815 Mojokerto, Letkol Inf Dwi Mawan Sutanto di Graha Mojokerto Service City (GMSC) Kota Mojokerto, Rabu (29/4/2020) tadi malam.

Dengan adanya satu pasien positif di Kota Mojokerto, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini berpesan kepada masyarakat agar tetap mematuhi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Rajin cuci tangan pakai sabun, physical distancing, tidak berkerumun dan pakai masker saat keluar.

“Patuhi seluruh himbauan dari pemerintah agar kita bisa memutus mata rantai peredaran Covid-19. Dengan adanya satu pasien positif di Kota Mojokerto maka Kota Mojokerto menjadi zona merah sama dengan daerah lainnya. Saatnya kewaspadaan lebih ditingkatkan lagi,” katanya.

Penyebaran virus corona, lanjut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto ini, dari air liur. Namun masih banyak warga Kota Mojokerto belum disiplin memakai masker saat keluar rumah. Sehingga pihaknya mengimbau warga Kota Mojokerto lebih disiplin dalam menggunakan masker.

Sebelumnya, Pemkot Mojokerto merilis data terbaru peta sebaran Covid-19, satu orang dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab pasien keluar. Pasien merupakan seorang dokter berjenis kelamin laki-laki, berusia 32 tahun dan berprofesi sebagai seorang dokter yang tinggal di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar