Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Kembali Salurkan Bantuan Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara simbolis menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah kepada siswa di Pendopo Sabha Kridatama, Gedhong Hageng. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Program pendidikan gratis di Kota Mojokerto, terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk melahirkan generasi emas yang berkualitas.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara simbolis menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah kepada siswa di Pendopo Sabha Kridatama, Gedhong Hageng.

Baju seragam serta perlengkapan sekolah gratis tersebut diberikan untuk siswa baru SD dan SMP Negeri dan Swasta se-Kota Mojokerto. Siswa sekolah negeri mendapatkan bantuan berupa biaya pendidikan, baju seragam tiga setel bagi siswa baru, buku dan alat tulis dan angkutan sekolah gratis.

Sekolah swasta mendapatkan bantuan berupa baju seragam tiga setel bagi siswa baru, satu pasang sepatu bagi siswa baru dan buku serta alat tulis. Untuk siswa SD, bantuan memberikan 7.698 setel untuk 67 lembaga (SD/MI Negeri dan Swasta). Untuk siswa SMP sebanyak 2.715 setel yang akan disalurkan kepada 19 lembaga (SMP/MTS Negeri dan Swasta).

Perlengkapan sekolah berupa sepatu dan tas sebanyak 400 paket yang disalurkan kepada TK Negeri dan Swasta. Serta Alat Peraga Edukatif (APE) untuk 10 lembaga TK Negeri dan Swasta dan sepatu gratis untuk siswa SD dan SMP Negeri maupun Swasta sebanyak 4.942 pasang.

Wali Kota Mojokerto, Ika menegaskan, jika penyerahan kain seragam dan perlengkapan sekolah ini adalah bagian dari upaya Pemkot Mojokerto untuk mendukung program wajib belajar (wajar) 9 tahun. “Ini adalah program bidang pendidikan yang wajib kita laksanakan karena sudah berlaku secara nasional,” ungkapnya, Jumat (17/9/2021).

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), Pemkot Mojokerto memiliki target lain yang harus diperjuangkan secara bersama-sama yakni menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Mojokerto. Ning Ita berharap, Sumber Daya Manusia (SDM) Kota Mojokerto tidak hanya dicapai dengan standar Wajar 9 tahun saja.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara simbolis menyalurkan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah kepada siswa di Pendopo Sabha Kridatama, Gedhong Hageng. [Foto: istimewa]
“Indikatornya adalah rata-rata lama sekolah dan angka harapan sekolah, itu yang harus kita tingkatkan. Jika hari ini IPM kita di angka 7,7, maka ke depan angka ini akan kita genjot. Saya ingin SDM Kota Mojokerto banyak yang lulusan perguruan tinggi. Karena semakin banyak lulusan sarjana maka mengindikasikan semakin tingginya kualitas SDM Kota Mojokerto,” harapnya.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Ning ita, dibutuhkan upaya bersama. Tidak hanya Pemkot Mojokerto, namun juga stakeholder dari pihak swasta juga. Ning Ita menjelaskan, Kota Mojokerto mempunyai forum CSR dan Baznas yang telah bersinergi dengan Pemkot untuk membackup program peningkatan SDM yang belum di cover oleh APBD maupun APBN.

“Kewajiban Pemkot tidak hanya memberi pendidikan gratis hingga enjang SMP, namun kita upayakan kerjasama dengan berbagai pihak serta mengalokasikan anggaran di dinas lain selain Dinas Pendidikan untuk peningkatan kapasitas SDM dalam rangka mensukseskan program nasional generasi emas tahun 2045,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid menambahkan, jika Kota Mojokerto menjadi daerah pertama di Jawa Timur yang sudah membagikan kain seragam gratis. “Alhamdulillah kita menjadi yang pertama lagi di Jawa Timur, selain menggelar PTM pertama dan jadi proyek percontohan daerah lain,” jelasnya.

Tidak hanya menyerahkan seragam dan perlengkapan sekolah, Wali Kota Ning Ita juga memberikan apresiasi kepada pelajar berprestasi yang telah mengharumkan Kota Mojokerto dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) serta Kompetisi Olahraga Siswa Nasional (KOSN).[tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar