Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Gagal Pertahankan Zona Hijau Penanganan Covid-19

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kapolresta Mojokerto dan Dandim 0815 Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Segala upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19). Namun, Rabu (29/4/2020) Kota Mojokerto menjadi zona merah setelah seorang dokter warga Kota Mojokerto positif Covid-19.

“Kita sudah membagikan hand sanitizer, masker, tempat cuci tangan, pemberian vitamin, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemakaian masker, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dikuatkan dengan berjemur, minum jamu, menu sehat saat puasa,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Kamis (30/4/2020).

Pemkot Mojokerto juga sudah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwali) untuk kawasan pakai masker, kawasan social distancing bagi pelayanan public masyarakat toko modern, bank, lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN). Surat Keputusan (SK) Work From Home (WFH), penguatan Tim Covid Kelurahan, RT/RW secara massif.

“Kita juga sudah terbitkan SK Pemulasaran Jenazah, SK Tim Tracing, pembatasan jam aktivitas malam (pukul 19.00 WIB malam – 06.00 WIB untuk Jalan Mojopahit dan cek poin di Kelurahan Wates) serta maklumat bersama untuk pelaksanaan ibadah. Namun saat ini, untuk pertama kalinya di Kota Mojokerto ada pasien positif Covid-19 sehingga Kota Mojokerto menjadi zona merah sama dengan daerah lainnya,” tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot Mojokerto merilis data terbaru peta sebaran Covid-19, satu orang dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil swab pasien keluar. Pasien merupakan seorang dokter berjenis kelamin laki-laki, berusia 32 tahun dan berprofesi sebagai seorang dokter yang tinggal di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Pasien bertugas sebagai tenaga medis di salah satu Rumah Sakit (RS) di Kota Surabaya. Setiap hari beliau pulang ke Mojokerto dan tinggal bersama ayahnya yang lanjut usia (lansia). Terkait status positif pasien diketahui setelah pasien menjalani tes swab karena untuk kebutuhan tugas dinas luar daerah pasien diharuskan mendapatkan surat keterangan bebas Covid-19.

Sehingga pasien melakukan tes swab mandiri pada tanggal 18 April lalu ke RSUD Prof Dr Soekandar di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Dan hasil swab yang keluar pada, Rabu (29/4/2020) menunjukkan positif. Saat ini pasien menjalani isolasi di RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.

Dari Peta Persebaran Covid-19 Kota Mojokerto, jumlah Orang Dengan Resiko (ODR) sebanyak 1.617 orang, Orang Tanpa Gejala (OTG) empat orang, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 284 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) delapan orang dan satu pasien positif Covid-19.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar