Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Berubah Menjadi Zona Orange

Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria didampingi Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi memberikan sertifikat sehat kepada 16 orang warga Kota Mojokerto yang sempat jalani observasi di Rusunawa Cinde. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto yang sebelumnya masuk dalam satu dari enam kabupaten/kota di Jawa Timur yang masih zona merah penyebaran Covid-19, berubah menjadi zona orange. Ini menyusul tingkat kesembuhan di kota dengan julukan onde-onde tersebut sebanyak 60 persen.

Sementara, sebanyak 36 pasien positif yang dirawat di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Cinde, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto dinyatakan sembuh. Wakil Wali Kota Mojokerto, Achmad Rizal Zakaria secara simbolis menyerahkan sertifikat sehat kepada mereka sebelum diizinkan pulang.

Selain itu, setiap pasien yang sembuh tersebut juga mendapatkan bingkisan dari Pemkot Mojokerto. Bingkisan tersebut berisi hand sanitizer, masker, face shield dan prebiotik sebagai terapi baik pencegahan penyebaran, maupun penyembuhan Covid-19 selama kembali di rumah. Mereka juga diminta untuk tetap menjaga kekebalan imun tubuh.

“Hari ini yang kita pulangkan ada 16 orang pasien yang sebelumnya menjalani perawatan di Rusunawa. Total yang sembuh di Kota Mojokerto hingga saat ini, menjadi 118 orang,” ungkap Wakil Wali Kota Mojokerto, Ahmad Rizal Zakaria, Selasa (21/7/2020).

Masih kata Cak Rizal (sapaan akrab, red), kegiatan pelepasan sengaja dilakukan untuk menghilangkan stigma negatif dari pasien yang pernah terpapar Covid-19. Sekaligus memberikan edukasi terhadap masyarakat akan pentingnya disiplin dalam penerapan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19.

“Kita juga titip pesan kepada mereka, supaya menyampaikan di lingkungannya nanti agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Bagi mereka yang berpengalaman terpapar kan jadi lebih bisa percaya, karena disampaikan yang bersangkutan langsung. Ke depan kita akan mengantar ke kediaman masing-masing,” katanya.

Tujuannya, lanjut Cak Rizal, agar tidak ada stigma negatif lagi di lingkungan pasien yang pernah terpapar Covid -19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu menambahkan, Kota Mojokerto yang merupakan salah satu kota penyangga Surabaya, saat ini sudah berubah zona menjadi zona orange. “Kota Mojokerto menjadi zona orange sejak tanggal 17 Juli 2020 kemarin,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Indah, untuk merubah zona merah menjadi zona orange, bahkan zona hijau haruslah memenuhi standar ketentuan pencapaian yang ditentukan pemerintah pusat. Yakni tingkat kesembuhan di atas 50 persen, sementara di Kota Mojokerto sendiri tingkat kesembuhan sudah mencapai 60 persen.

“Sehingga zona kita berubah orange karena tingkat kesembuhannya mencapai 60 persen. Semoga dalam dua minggu menjadi zona kuning dan tentunya zona hijau. Karena bagaimanapun juga kita di wanti-wanti oleh Provinsi, merupakan penyangga Surabaya sehingga penanganannya harus betul-betul serius,” tegasnya.

Peta Sebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per tanggal 21 Juli 2020 sebanyak mencapai 182 orang. Dengan rincian, ada tambahan pasien positif sebanyak 11 orang. Pasien sembuh sebanyak 118 orang, yang masih menjalani perawatan di Rusunawa Cinde sebanyak 20 orang, sebanyak 35 orang menjalani perawatan dan sembilan orang meninggal. [adv/tin]





Apa Reaksi Anda?

Komentar