Pendidikan & Kesehatan

Kota Mojokerto Bersiap Pembelajaran Tatap Muka untuk Jenjang SD dan SMP, 1 Maret Mendatang

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid saat konferensi pers di Rumah Rakyat.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kota Mojokerto akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada, 1 Maret mendatang. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari di Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Senin (22/2/2021).

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Amin Wachid, Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan, jika sektor pendidikan merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19. Selama ini, Kota Mojokerto telah menerapkan sistem pembelajaran secara daring untuk mengurangi jumlah resiko keterpaparan.

“Kondisi semakin membaik dengan diterapkannya PPKN mulai tanggal 9 Februari 2021, terjadi penurunan yang cukup signifikan terkait angka keterpaparan positif di Kota Mojokerto Melihat perkembangan kasus yang semakin membaik sebagaimana bisa dilihat melalui peta digital di website covid19.mojokertokota.go.id, saat ini Kota Mojokerto telah berada di zona kuning dan sebagian hijau,” ungkapnya.

Untuk itu, orang nomor satu di Kota Mojokerto selaku Ketua Satgas Covid-19 Kota Mojokerto ini memutuskan untuk memberlakukan kembali sistem pembelajaran secara tatap muka di tingkat SD dan SMP. Pembelajaran secara tatap muka di Kota Mojokerto akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2021 mendatang.

Keputusan tersebut berdasarkan Surat Persetujuan Wali Kota atas surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 420/301/471.501/2021 tanggal 16 Februari 2021 tentang Permohonan Izin Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Jenjang SD dan SMP. Hal ini juga memperhatikan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri Nomor 04/KB/2020 Nomor 737 Tahun 2020 Nomor : K.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020.

Yakni tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 di masa pandemi Covid-19. Dalam SKB 4 Menteri tersebut dimana disebutkan agar Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten, maupun Kota untuk menyiapkan rencana pembelajaran tatap muka atau kelas klasikal secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.

“Namun, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas dan dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Di Kota Mojokerto, jumlah total siswa SD yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas adalah sebanyak 12.314 siswa dan siswa SMP sebanyak 8.362 siswa,” jelasnya.

Orang nomor satu di Kota Mojokerto ini menambahkan, hal tersebut bertujuan untuk kepentingan psikologis dan kesiapan Kota Mojokerto. Sehingga kegiatan belajar mengajar dan proses transfer ilmu harus dilakukan sebagai tugas pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Di satu sisi yang berbeda, orang tua juga memiliki tanggungjawab yang sama untuk ikut menjaga putra-putrinya agar terselamatkan tidak terpapar Covid-19. Semoga ikhtiar yang kita lakukan ini dalam upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mencerdaskan generasi penerus negara ini senantiasa mendapatkan ridho dan petunjuk dari Allah SWT,” tegasnya. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar