Pendidikan & Kesehatan

Kota Malang Maksimalkan Physicial Distancing Usai PSBB Harus Direvisi

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang akan memaksimalkan penerapan anjuran physicial distancing setelah pengajuan draf Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Pemerintah Kota harus direvisi. Draf PSBB Kota Malang sendiri sudah diterima oleh Pemprov Jatim, namun rekomendasi Jatim PSBB harus dilakukan serentak se Malang Raya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, bahwa pengajuan PSBB oleh wilayahnya didasari angka pasien dalam pengawasan (PDP) yang terus melonjak. Dari 60 pasien pada 17 April, saat ini total jumlah PDP mencapai 118 pasien. Meski angka pasien positif masih stabil diangka 8 orang.

“Pasien positif flat 8 orang, semoga terus begitu. Sekarang 118 orang PDP tidak menutup kemungkinan PDP ada yang meninggal dunia juga positif corona. Pergerakan PDP ini yang kami waspadai itulah mengapa Malang kemarin meminta PSBB,” papar Sutiaji, Senin, (20/4/2020).

Sutiaji mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan skenario lain bila PSBB direvisi dia telah menyiapkan skenari non PSBB. Yakni dengan memaksimalkan physicial distancing. Salah satunya memanfaatkan baliho, videotron hingga traffic light yang dijadikan sarana penyuluhan untuk mewaspadai virus corona Covid-19.

“Di kami sebenarnya sudah ada dua skenario PSBB dan non-PSBB. Tapi intinya PSBB itu adalah physicial distancing. Itu saja yang akan kami perketat,” kata Sutiaji.

Sutiaji menyebut, dalam waktu dekat para lurah dan camat se Kota Malang akan dikumpulkan. Tujuannya agar penyuluhan bahaya pandemi virus corona bisa sampai ke tingkat masyarakat yang paling bawah.

“Jadi kita terapkan saja physical distancing kami kumpulkan lurah dan pak camat jadi kami pakai mandiri. Itu saja yang kita perkuat. Jaring pengaman sosialnya juga akan kami tingkatkan,” tandasnya. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar