Pendidikan & Kesehatan

Kota Malang Kembali Zona Oranye, Peran Masyarakat Penting dalam Kampanye 3M

Sosialisasi dan pembagian masker di Pasar Burung Splendid, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Malang menurun drastis. Catatan ini membuat Kota Malang kembali ke zona oranye setelah sebelumnya berstatus zona merah.

Zona oranye berarti Kota Malang berstatus zona beresiko sedang. Data Covid-19 saat ini di Kota Malang, jumlah pasien positif sebanyak 1.780 orang, 1.495 orang telah dinyatakan sembuh, 115 dalam perawatan dan 170 orang meninggal dunia.

Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang, Husnul Mu’arif mengatakan, terdapat 14 indikator untuk menentukan zona penularan Covid-19 di daerah. “Dari 14 indikator. Tiga indikator utama yaitu epidemiologi, kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan,” kata Husnul, Kamis, (1/10/2020).

Menurunnya angka penyebaran Covid-19 tergantung pada kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan 3 M yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya misalnya, mereka menggandeng BPJS Kesehatan Cabang Malang dan Pemkot Malang untuk melakukan sosialisasi penggunaan masker.

Tidak hanya sosialisasi, mereka juga membagikan ribuan masker kepada para pedagang burung dan bunga di pasar Splendid Kota Malang. Pasar menjadi tempat sosialisasi karena masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. Salah satunya seperti tidak mengenakan masker.

“Dengan kegiatan yang dikemas lebih santai, diharapkan masyarakat akan lebih terbuka dengan kebiasaan baru yang ada. Sehingga, masyarakat tidak lagi abai dengan protokol kesehatan, dan lebih waspada terhadap kemungkinan persebaran Covid-19,” papar Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda.

Ketua Klaras Edukasi, Andi Hartik mengatakan edukasi 3M tidak harus melulu dilakukan oleh pemerintah. Warga secara mandiri atau berkomunitas bisa memberikan edukasi tentang 3M. Terkadang, edukasi oleh komunitas masyarakat lebih mengena dan lebih dipahami oleh masyarakat ketimbang edukasi oleh pemerintah secara langsung.

“Pandemi Covid-19 merupakan momentum untuk menumbuhkan semangat gotong royong. Setelah kita bersama-sama membagikan masker, hand sanitizer dan cairan disinfektan, sekarang saat untuk bersama-sama menumbuhkan kesadaran masyarakat supaya selalu disiplin 3M. Menumbuhkan kesadaran ini penting dan butuh edukasi yang berkesinambungan,” tutur Andi. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar