Pendidikan & Kesehatan

Kota Malang Diminta Rangkul Malang Raya Sebelum Terapkan PSBB

Wali Kota Malang, Sutiaji.

MalangĀ  (beritajatim.com) – Secara resmi Pemkot Malang telah mengirimkan draf Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Setelah draf PSBB diterima, hasilnya Pemkot Malang diminta merangkul Kabupaten Malang dan Kota Batu sebelum menerapkan PSBB.

“Katanya menjadi efektif apabila dilakukan Malang Raya. Catatan dari Pemprov Jatim dan Pemerintah Pusat ini menjadi catatan bagi kami,” ujar Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto, Kamis (16/4/2020).

Nur Widianto mengungkapkan, langkah pro aktif sebenarnya telah dilakukan oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Diantaranya menjalin komunikasi dengan kepala daerah di Malang Raya. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dan Bupati Malang Sanusi telah diajak pertemuan beberapa waktu lalu di Pendopo Kabupaten Malang.

Awalnya tiga wilayah di Malang Raya sepakat PSBB bersama-sama. Namun, kemudian Kota Batu dan Kabupaten Malang mundur. Akhirnya Kota Malang tetap mengajukan PSBB hingga muncul rekomendasi dari Pemprov Jatim agar PSBB dilakukan bersama-sama di wilayah Malang Raya.

“Pak wali juga sudah komunikasi dengan Wali Kota Batu. Pak wali juga sudah minta izin untuk mengajukkan surat itu dengan berbagai pertimbangannya. Juga tetap menghargai apa yang diputuskan oleh Pemkot Batu dan Pemkab Malang,” kata Widianto.

Meski diminta untuk menjalankan rekomendasi Pemprov Jatim terlebih dulu. Pemkot Malang tetap menyiapkan berbagai langkah kesiapsiagaan. Diantaranya dengan mengoptimalkan pos pantau terkait akses keluar masuk Kota Malang dan menyiapkan ruang karantina.

“Tetapi kita tetap mengoptimalkan pos pantau. Berikutnya tetap mempersiapkan terkait dengan lokasi rujukan untuk kemungkinan rumah karaktina,” tandasnya. [luc/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar