Pendidikan & Kesehatan

Korban Meninggal ODP, PDP dan Positif Covid-19 di Jatim Tembus 100 Orang

Surabaya (beritajatim.com) – Total jumlah korban meninggal di Jawa Timur di tengah wabah Covid-19 hingga data Kamis (9/4/2020) sebanyak 100 orang. Data ini dipasang di laman infocovid19.jatimprov.go.id.

Sebanyak 100 orang yang meninggal itu terdiri dari 17 orang dalam status positif Covid-19 (confirm), 67 orang dalam status PDP (pasien dalam pengawasan) dan 16 orang dalam status ODP (orang dalam pemantauan).

Berdasarkan data itu juga, sebanyak 223 orang berstatus positif (confirm) Covid-19 di Jatim. Dari angka itu yang mengalami kesembuhan atau terkonfirmasi negatif sebanyak 57 orang (25,56 persen), dirawat 149 orang (66,82 persen) dan meninggal 17 orang (7,62 persen).

Sedangkan, dari 1260 orang pasien dalam pengawasan (PDP), yang masih dalam pengawasan hanya 831 orang (65,95 persen), selesai pengawasan 362 orang (28,73 persen) dan meninggal 67 orang (5,32 persen). Kemudian, dari 13006 orang dalam dalam pemantauan (ODP), belum dipantau 0 (0,0 persen), dipantau 8399 (64,58 persen), selesai dipantau 4591 (35,30 persen) dan meninggal 16 (0,12 persen).

Sementara itu, kabar baik terus menyelimuti Jawa Timur, pasalnya angka kesembuhan pasien positif Covid-19 terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan hingga Kamis (9/4/2020, ratio pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Jawa Timur mencapai 25,56 persen. Pasien dinyatakan sembuh apabila telah mendapatkan hasil negatif Covid-19 melalui dua kali tes swab.

“Alhamdulillah, setiap hari jumlah pasien yang dinyatakan sembuh selalu bertambah. Kemarin nambah 4 orang, hari ini nambah lagi 11 orang yang sembuh. Sehingga sampai saat ini sudah ada 57 orang yang sembuh di Jatim,” ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Terus meningkatnya jumlah pasien sembuh tersebut, lanjut Khofifah, berarti harapan untuk sembuh pun semakin meningkat.

Meskipun tetap ada angka kematian, namun pergerakan yang signifikan dari kumulatif angka sembuh ini memberikan optimisme bagi Jawa Timur, maupun Indonesia umumnya. “Di Pulau Jawa, ratio sembuh paling tinggi secara prosentatif adalah Provinsi Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Meski tingkat kesembuhan di Jatim tinggi, namun Khofifah tetap meminta masyarakat disiplin dan mematuhi physical distancing dan meningkatkan kewaspadaan dengan memaksimalkan langkah pencegahan. Bisa seperti makan makanan sehat bergizi, berolahraga, tak keluar rumah kecuali urgen, pola hidup bersih dan sehat, serta rutin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

“Tetap jangan anggap sepele penyebaran Covid-19 ini. Maka itu, mari kita lebih meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya. [tok/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar