Pendidikan & Kesehatan

Kontak Terdekat Pasien Covid-19 Nomor 34 Di-Rapid Test

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini(foto/beritajatim.com)

Ponorogo (beritajatim.com) – Tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo melakukan rapid test terhadap kontak erat pasien positif Covid-19 nomor 34. Tim satgas menemukan 5 orang, yakni dari keluarga dan teman dekat si pasien yang pernah bekerja di sebuah tambang batu bara di Kalimantan itu. Hasil rapid test pertama terhadap 5 orang yang kontak erat itu adalah non-reaktif.

“Rapid test kedua akan dilaksanakan selang 14 hari dari rapid test pertama. Alhamdulillah yang pertama hasilnya non-reaktif,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Sabtu (13/6/2020).

Irin sapaan akrab drg. Rahayu Kusdarini menyebut pasien nomor 34 ini tidak menetap di Ponorogo. Dia tinggal bersama istrinya di Surabaya. Ketika di Ponorogo pun, yang bersangkutan juga tidak keluar. Hanya berinteraksi dengan keluarganya dan satu temannya saja. Sehingga hingga kini kontak eratnya juga tidak terlalu banyak.

“Saat tahu yang bersangkutan positif Covid-19, sahabatnya yang pernah dikunjungi langsung menghubungi kami. Kami lakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif,” katanya.

Sedangkan istrinya yang bekerja di Surabaya juga sudah ditracking. Karena berada di kota Pahlawan, tim satgas penanggulangan Covid-19 Ponorogo sudah berkoordinasi dengan tim satgas disana. Sehingga rapid test dan pengawasan untuk istrinya dilakukan pihak Surabaya. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Surabaya, instrinya dirapid test disana,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah pasien positif Covid-19 di Ponorogo bertambah satu pasien, sehingga kini secara kumulatif jumlahnya menjadi 34. Tambahan satu pasien ini merupakan laki-laki umur 30 tahun yang beralamat di Kelurahan Surodikraman Kecamatan Ponorogo. Yang bersangkutan merupakan bekerja di tambang batu-bara di Kalimantan.

Bupati Ipong Muchlissoni menceritakan riwayat si pasien Covid-19 nomor 34 ini. Kata Ipong yang bersangkutan pada bulan Februari lalu menikah dengan perempuan dari Surabaya. Usai menikah dia tidak ke Ponorogo, namun balik lagi bekerja di pulau Borneo. Pada awal Mei lalu baru balik lagi ke Surabaya. “Nah menjelang lebaran lalu atau minggu ketiga Mei, dia pulang ke Ponorogo. Oleh satgas Covid-19 Kelurahan Dia diminta untuk menjalani isolasi mandiri,” kata Ipong.

Belum diketahui apakah yang bersangkutan itu menjalani isolasi atau tidak. Sebab dari keterangan keluarganya, Dia di Ponorogo hanya sehari dan kembali lagi ke Surabaya. “Pada tanggal 28 Mei lalu, Dia mengeluh demam dan berobat ke dokter yang berada di Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun,” katanya.

Nah, pada tanggal 2 Juni, ya g bersangkutan demam lagi. Sejak saat itu yang bersangkutan, oleh tim satgas Covid-19 Ponorogo dilakukan rapid test dengan hasil yang reaktif samar. Kemudian juga dilakukan test Swab. Sembari menunggu hasilnya, laki-laki itu menjalani isolasi di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo dengan status PDP. “Hari ini hasil Swabnya keluar, yang bersangkutan terkonfirmasi positif Covid-19,” katanya.

Ipong menambahkan jika saat ini tim satgas melakukan kontak tracking. Termasuk meminta kejujuran si pasien apakah benar selama ini ada di Surabaya. Jika memang disana, tentu kontak trackingnya tidak banyak. Namun, kalau di Ponorogo kemungkinan kontak trackingnya banyak.

“Saat ini masih dilakukan kontak tracking. Dia ke Ponorogo sendiri, tidak dengan istrinya,” pungkas Bupati yang berlatar belakang pengusaha tersebut. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar