Pendidikan & Kesehatan

Konsul Online Dokter untuk Warga Isoman di Gresik Sepi Peminat

Foto: Ilustrasi

Gresik (beritajatim.com)– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gresik sudah membuka layanan konsul online bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri (Isoman). Namun, dari 2.310 kasus yang terpapar Covid-19. Rata-rata hanya 5 hingga 10 orang yang memanfaatkan layanan tersebut secara online.

Wakil Ketua IDI Gresik Dr. dr Lestari Sudaryanti menuturkan, pasien yang menjalani isoman bisa memanfaatkan
hotline IDI di +62 823-2000-0200. Layanan di buka mulai pukul 08:00 hingga 22:00 wib. Ada 26 dokter sukarelawan yang siap melakukan konsultasi online.

“Kami hanya menerima konsultasi kesehatan ya. Kalau tanya rumah sakit, atau ambulans silahkan tanya ke posko,” tuturnya, Kamis (23/07/2021).

Lestari menambahkan, masih minimnya isoman memanfaatkan layanan itu membuat IDI Gresik was-was. Sebab, kemarin (22/07) ada dua pasien yang tengah didampingi IDI melalui konsul online meninggal dunia.

“Kasusnya sama, yakni sesak nafas. Mayoritas yang konsul sebagian besar adalah gejala sesak nafas,” imbuhnya.

Ketua Tim Mitigasi IDI Gresik itu juga mengatakan, para isoman bisa mengakses youtube IDI Gresik. Beberapa waktu lalu, IDI mengadakan kegiatan webinar untuk mengatasi sesak nafas.

“Intinya jangan panik. Sebab, banyak juga pasien kami yang saturasinya terus turun karena panik. Begitu konsultasi lewat layanan itu, bisa teratasi dan saturasi kembali normal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan selama ini masyarakat kerap kali saat saturasi oksigen turun. Biasanya langsung panik lalu mencari tabung oksigen. Padahal, hal itu tidak bisa membantu 100 persen.

“Sesak nafas disebabkan tersumbat oleh lendor. Sebagai antisipasinya minum obat batuk pengencer dahak atau lendir yang ada di rumah. Kalau tidak ada, beli obat batuk di apotek. Kuncinya jangan panik. Kalau sudah minum obat, perlahan lendir akan encer, pernafasan akan kembali normal,” paparnya.

Selain obat pengencer lendir lanjut dia, dirinya meminta para isoman tidak malas bergerak. Terutama untuk latihan pernafasan seperti materi dalam webinar yang disampaikan dr Lisna Aniek Farida Sp.KFR.

Dalam webinar itu, bagaimana cara melatih pernafasan. Bila terjadi sesak, isoman bisa memposisikan diri tengkurap. Bagian bawah pinggul dan bawah dada diganjal oleh bantal. Setelah itu, latihan bernafas maksimal. Tarik nafas dalam dan tahan keluarkan.

Untuk yang sesak nafas kategori ringan, Lisna menyarankan untuk latihan nafas saja ditambah minum air putih hangat.

“Latihan nafasnya sederhana, tarik nafas dalam tahan kemudian batuk dua kali. Begitu seterusnya,” ujarnya.

Agar lebih maksimal bisa meminta tolong anggota keluarga. Yakni, dengan cara memijat bagian punggung bergerak seperti bentuk hati.

“Kalau pijat gak perlu pakai minyak. Cukup dipijat saja. Minyak hanya buat menghangatkan saja,” tandasnya. (dny/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar