Pendidikan & Kesehatan

Kondisi Tenaga Medis Positif Covid-19 di Mojokerto Membaik

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Kondisi pasien confirm positif Covid-19 yang dirawat di RSUD Prof Dr Soekandar Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto kondisi membaik. Tim Gugus tugas Dinkes Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan tracing terhadap orang-orang terdekat di sekitar pasien.

Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra mengatakan, hasil uji swab terhadap pasien R (39) baru keluar pada, Rabu (22/4/2020) kemarin. “Ya baru tadi sore laporan hasil uji swab diterima dan hasilnya positif,” ujarnya, Kamis (24/4/2020).

Masih kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto ini, meski terkonfirmasi positif, namun kondisi tenaga medis berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto saat ini dalam keadaan membaik.

Hasil uji klinis menunjukkan perbaikan kondisi kesehatan karena tim medis di RSUD Prof Dr Soekandar yang terus memberikan asupan suplemen dan nutrisi untuk kesembuhan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto ini. Tim Gugus tugas Dinkes Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan tracing terhadap orang-orang terdekat di sekitar pasien.

“Untuk pencegahan persebaran lebih luas, Tim Gugus Tugas Dinkes Kabupaten Mojokerto juga telah melakukan tracing terhadap orang-orang terdekat disekitar pasien, baik lingkungan keluarga maupun di lingkungan tempat kerja sebagai perawat. Khususnya bagi yang berinteraksi langsung dengan pasien pasca mengikuti pelatihan pembimbing haji di Surabaya,” katanya.

Ini lantaran pasien sebelumnya mengikuti pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu bersama 16 petugas haji lainnya. Namun, lanjut dr Langit, sampai saat ini belum ada tanda-tanda atau gejala yang mencurigakan. Pasien sendiri masih berada di ruang isolasi RSUD Prof Dr Soekandar.

“Tracing sudah kita lakukan. Kita juga sudah rapid tes tiga orang, yakni anak dan orang tuanya dan hasilnya negatif,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, jumlah pasien confirm positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto bertambah satu pasien. Ini setelah hasil swab kedua yang dilakukan terhadap tenaga medis berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif.

Pasien dengan status pasien Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini merupakan tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Pasien merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji yang digelar di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu.

Pasien menjalani rapid test dua kali dan hasilnya positif, rapid test pertama pada tanggal 29 Maret dan hasilnya positif. Kemudian pasien melakukan isolasi mandiri dan kembali menjalani rapid test kedua pada tanggal 4 April lalu dan hasil rapid tes kedua juga positif.

Setelah menjalani rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya positif, pasien masuk ke RSUD Prof Dr Soekandar dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Namun hasil swab yang dikirim ke Surabaya pada tanggal 6 April lalu, hasilnya negatif. Akhirnya, pasien dilakukan swab kedua tanggal 13 Maret dan hasil baru diketahui pada, Rabu (23/4/2020) dan hasilnya positif.

Dengan confirm satu lagi pasien di Kabupaten Mojokerto, jumlah pasien positif bertambah satu orang yakni menjadi dua orang. Satu pasien confirm positif Covid-19 sebelumnya yakni ibu rumah tangga asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo.

Pasien berusia 36 tahun tersebut dinyatakan confirm positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tanggal 13 April lalu dan dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan web Covid-19 Jatim, jumlah confirm di Kabupaten Mojokerto berjumlah dua pasien, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 54 pasien.

Dimana delapan pasien diantaranya meninggal dunia dan 23 pasien sembuh. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 424 pasien, dari 424 pasien tersebut yang masih dalam pemantauan sebanyak 230 pasien, sementara sisanya yakni sebanyak 194 pasien dinyatakan selesai dilakukan pemantauan. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar