Pendidikan & Kesehatan

Komunitas Ngabra Bagi-bagi Yasin Huruf Braille

Komunitas Ngabra saat berada di Masjid Agung Bangkalan.

Bangkalan (beritajatim.com) – Sekelompok relawan yang perduli kepada insan Difabel atau penyandang disabilitas, Minggu (2/5/2021). Melakukan tour ke sejumlah masjid untuk membagikan buku yasin berhuruf braille sejenis sistem tulisan sentuh yang digunakan oleh tunanetra.

Koordinator relawan yang menamakan dirinya komunitas Ngaji Braille (Ngabra) Ustad Arif Hadi Umam saat ditemui di masjid Agung Kabupaten Bangkalan, mengatakan. Pembagian buku yasin braille itu bisa bermanfaat bagi warga defabel terutama kaum tunanetra yang kebetulan bersama keluarganya berkunjung ke masjid.

“Sampai saat ini sudah ada enam masjid yang kami kunjungi, termasuk masjid Agung Bangkalan,” kata Arif

Tak hanya itu, selain pembagian buku Yasin ada kegiatan ngaji tafsir dua bulan sekali untuk penyandang desabilitas yang terpusat di Rungkut lor, gang 13 nomer 16 Surabaya. Kemudian ada program ‘Adu Soro’ yakni berkunjung kepada orang-orang sengsara dengan harapan para defabel ini mempunyai rasa syukur meski mereka terlahir tidak sempurna.

“Kegiatan ini juga bagian dari mempromosikan, bahwa teman-teman desabilitas layak diberlakukan seperti orang pada umumnya, meraka bukan untuk kasiani agar tidak manja, tetapi harus difasiitasi dan disuport,” imbuhnya.

Di tempat yang sama Dian Ika Riani relawan perempuan pendamping defabel menjelaskan, pendirian komunitas Ngabra bermula dari keperdulian relawan agar desabilitas mempunyai basik agama dasar yaitu mereka harus percaya kepada Allah. Dengan segala keterbatasannya tapi tidak dekat dengan Tuhan lalu akan meminta kepada siapa ?.

“Desabilitas harus dekat dengan Tuhan nya agar mudah mendapat nasehat yang baik semisal ketika kesusahan mintalah kepada Allah. Memang sulit mengajak orang dalam kemasan agama tetapi kita siasati dengan cara lain seperti diselingi dengan musik atau semacamnya,” kata Dian.

Masih kata Dian, komunitas Ngabra yang berdiri semenjak 2013 lalu ini, kedepan juga mempunyai program The Training of Trainers (ToT) atau mengajari guru membaca Al quran huruf braille yang nantinya bisa disalurkan kepada guru lainya.[sar/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar