Pendidikan & Kesehatan

Kompetisi Hukum Nasional, Mahasiswa Ubaya Juara 1

Surabaya (beritajatim.com) – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Surabaya (FH Ubaya) menyabet juara satu dalam Lomba Debat Hukum Nasional Antar Perguruan Tinggi 2020.

Kompetisi dengan tema ‘Kepastian Hukum, Kemanfaatan dan Keadilan atas Stimulus Ekonomi Pemerintah bagi Pengusaha Makro Sampai UMKM dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Akibat Covid-19’ ini diselenggarakan secara daring oleh Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum UEU dalam rangka Dies Natalis UEU ke-27 tahun 2020.

Ubaya berhasil menjadi pemenang dengan menyisihkan 31 tim pesaing dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia. Tim Ubaya terdiri dari Hwee Kwan, Dianya Sarah Andriaansz, dan Jovita Bunga Jegiantho.

Selain meraih juara satu, salah satu anggota tim Ubaya yaitu Hwee Kwan mendapat penghargaan sebagai Best Speaker 2020. Mahasiswa Fakultas Hukum semester tiga ini mengungkapkan rasa senang dan terharu atas pencapaiannya bersama tim di Lomba Debat Hukum Nasional Antar Perguruan Tinggi 2020.

“Saya merasa mendapat penghiburan dari Tuhan melalui prestasi ini. Beberapa hari sebelum mengikuti lomba, saya mengalami kedukaan dengan kehilangan salah satu orang tua. Kompetisi ini bukan lomba pertama yang diikuti saat kuliah, tetapi pengalaman pertama mendapatkan juara satu dan Best Speaker sekaligus,” ucap Hwee Kwan.

Mahasiswa yang gemar membaca dan bermain futsal ini menjelaskan bahwa proses kompetisi yang diikuti oleh tim Ubaya cukup sulit dan menantang di setiap babak. Pada awal babak penyisihan, setiap tim yang mengikuti kompetisi wajib membuat dan mengumpulkan video sesuai dengan tema yang diusung.

Setelah itu, juri memilih delapan tim yang masuk ke babak semifinal dan menentukan empat tim terbaik untuk lanjut ke babak final. Hwee Kwan menceritakan bahwa kompetisi ini lumayan sulit dan sudah dirasakan sejak babak semifinal. Tim Ubaya mendapatkan mosi atau topik yang kurang diharapkan di babak semifinal, namun berkat kerjasama yang baik dan doa mereka berhasil lolos ke babak final.

“Waktu itu dapat satu mosi yang menurut kami paling sulit yaitu Peningkatan Alokasi Fiskal APBN Solusi Efektif Penyerapan Stimulus Ekonomi Pemerintah dalam Menghadapi Resesi Ekonomi Akibat Covid-19. Jujur, kami bingung alokasi fiskal yang dimaksud ini seperti apa,” katanya.

“Jika membicarakan fiskal pasti berbicara mengenai perpajakan dan penerimaan sementara alokasi berbicara penempatan. Sedangkan alokasi juga merupakan salah satu fungsi kebijakan fiskal. Jadi kami bingung mau membawa arah mosinya kemana,” jelasnya.

Persiapan kompetisi tim Ubaya cukup intensif dimulai sejak awal babak penyisihan. Bentuk latihan yang dilakukan dengan mempersiapkan materi yang dirasa akan didapat ketika kompetisi. Kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi bersama secara daring. Pada kompetisi ini, juara dua diraih oleh tim dari UK Maranatha. Sedangkan juara tiga dimenangkan oleh tim Unhas.

Tim Ubaya berpesan kepada mahasiswa lain bahwa kunci dari mengikuti sebuah kompetisi adalah jangan mudah menyerah, berlatih lebih giat, dan terus mencoba. “Selalu semangat dan sertakan Tuhan dalam segala hal. Gagal dalam suatu perlombaan itu hal yang wajar, tetapi ketika kita bisa bangkit serta berani mencoba kembali itu luar biasa dan pasti membuahkan hasil,” pesan Hwee Kwan, alumnus SMA Santa Maria Surabaya ini. [adg/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar