Iklan Banner Sukun
Pendidikan & Kesehatan

Komisi D Soroti Rumah Isolasi di BPWS

Komisi D DPRD Bangkalan saat melakukan peninjauan rumah isolasi di BPWS Suramadu, Minggu (27/6/2021).

Bangkalan (beritajatim.com) – Rumah isolasi di kantor BPWS kaki Suramadu menjadi sorotan dalam beberapa hari terkahir. Tak terkecuali Komisi D DPRD Bangkalan, juga melakukan peninjauan ke lokasi.

Ketua Komisi D, Nur Hasan mengatakan, untuk memastikan kondisi fasilitas rumah isolasi yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Bangkalan itu memadai. Namun sayangnya, saat tiba di lokasi, rombongan tak bertemu dengan pejabat yang bertanggungjawab. Dia hanya beberapa staf administrasi dan keamanan.

 

“Kami hanya bertemu staf dan kami mendapat info kalau pasien disana di tes antigen per 10 sampai 14 hari,” ujarnya, Senin (28/6/2021).

Ia menyebut, tes antigen harusnya dilakukan setiap 2 hari sekali pada pasien. Sebab, jika dilakukan per 10 hari ataupun dua minggu terlalu lama.

“Tes harus dilakukan minimal 2 hari sekali agar pasien yang sudah tidak bergejala dan bila dites negatif bisa dipulangkan,” tambahnya.

Pihaknya juga menyoroti laporan adanya fasilitas toilet dan mushala yang kurang memadai. Terutama pada kebersihannya.

“Ini kan rumah isolasi agar pasien sehat, jadi kebersihan dan fasilitasnya perlu ditingkatkan. Kami bisa memaklumi adanya rumah isolasi ini darurat, namun kan sudah setengah bulan, harusnya ada evaluasi,” jelasnya.

Selain itu, adanya dugaan perlakuan tidak adil pada pasien menurutnya perlu dievaluasi. Sebab, pihaknya mendapat informasi adanya beberapa pasien yang bisa bebas meminta isolasi mandiri.

“Peraturannya harus jelas, jangan karena punya akses kekuasaan, pasien bisa seenaknya isolasi mandiri. Maka harus tegas aturannya seperti apa,” tutupnya. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar