Pendidikan & Kesehatan

KMU EDU Akan Berikan Operasi Gratis Metode Phaco ke Pasien Katarak

Salah satu peserta sedang praktek operasi katarak metode Phaco pada artifisial eye

Surabaya (beritajatim.com) – Pasien penyakit Katarak kini semakin memiliki peluang dioperasi dan sembuh lebih cepat. Dengan metode baru dan lebih modern dalam dunia pengobatan katarak, impian pasien untuk dapat melihat dapat segera terwujud.

Pasalnya, salah satu klinik mata yang konsen terhadap hal ini adalah KMU (Klinik Mata Utama) yang mengadakan pengobatan gratis pasien katarak yang tidak mampu dengan metode operasi katarak terbaru yakni fakoelmusifikasi (Phacoemulsification) yang lebih dikenal dengan Metode Phaco.

Direktur Utama KMU dr. Uyik Unari, SpM(K) yang juga alumni spesialis mata FK Unair tahun 2004 menyebut, operasi dengan teknik phaco ini memiliki proses yang lebih cepat, baik tindakan dan pemulihan pasien. Dimana operasi katarak ini dilakukan kurang lebih 15 menit tanpa dijahit, dan sayatan pada operasi pun lebih kecil (kurang dari 3 mm).

“Karena semakin meningkatnya kebutuhan, maka dokter spesialis mata berbondong-bondong mengikuti pelatihan atau workshop terkait Phacoemulsification. Tak hanya di luar negeri dan workshop dari berbagai lembaga di Indonesia, bahkan di salah satu universitas, teknik ini kini menjadi sebuah kurikulum, tutur dr. Uyik Unari, SpM(K) disela kegiatannya memberi pelatihan Basic Phacoemulsification Workshop (BPW) Batch 6 di di Shangri-La Hotel Surabaya, pada Sabtu (1/2) hingga Minggu (2/2/2020).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 36 dokter yang berasal dari berbagai kota di Indonesia menimba ilmu tentang metode pacho ini. Nantinya para dokter inilah yang akan difasilitasi oleh KMU untuk mengikuti program lanjutan Hand on Training.

Dalam pelatihan ini, para dokter diajarkan tentang metode pacho dengan menggunakan artificial eye terlebih dahulu. Setelah dapat mengaplikasikannya, barulah para dokter peserta workshop ini akan mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan ilmunya kepada pasien di bawah pengawasan KMU.

Peserta workshop yang merupakan dokter spesialis mata pun didampingi trainer dokter spesialis bedah mata yang ahli dalam teknik Phaco. 1 peserta 1 trainer ahli, oleh karenanya operasi Phaco pada pasien katarak ini sangat aman.

Hal ini menjadi penting mengingat kebutaan akibat katarak di Indonesia terus bertambah 0,1 persen. Kurang lebih 250 ribu penduduk Indonesia harus mengalami kebutaan karena katarak. Bahkan di Jawa Timur, angka kebutaan karena katarak pada penduduk dengan usia lebih dari 50 tahun sudah mencapai 4,4 persen.

Oleh karenanya semakin dibutuhkan para dokter yang mumpuni dalam mengaplikasikan metode yang terbilang baru di Indonesia ini.

“Dokter mata yang menjadi peserta memiliki usia beragam, dari usia 30 tahun hingga 60 tahun. Karena itu, metode pelatihannya dibuat satu per satu, yakni 1 peserta 1 tutor agar mudah dimengerti dan dipandu hingga bisa, jelas dr. Uyik.

Uyik juga memastikan nantinya para pasien yang ditangani dengan metode Pacho ini dapat merasa aman dan nyaman selama dan sesudah operasi. Hal ini karena metode pacho ini memiliki banyak keunggulan. Seperti tidak memerlukan jahitan pasca operasi, proses operasi yang cepat yakni sekitar 15 menit.

Selain itu, pasien bisa langsung pulang setelah operasi, pemulihan dan perawatan setelah operasi lebih mudah dan cepat, dapat dilakukan untuk semua jenis katarak, dan mengurangi rasa nyeri / ketidaknyamanan setelah operasi. [adg/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar