Pendidikan & Kesehatan

Kluster Ronowijayan Sebabkan Ponorogo Kembali ke Zona Orange Covid-19

Penyekatan di pintu masuk Desa Panjeng, untuk memutus penularan Covid-19. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Penambahan kasus positif yang cukup tinggi pada dua minggu terakhir, menyebabkan Ponorogo kembali ke zona orange (resiko sedang) penularan Covid-19. Indikasi paling kuat perpindahan zona kuning (resiko rendah) ke zona kuning di bumi reyog karena adanya kluster Ronowijayan.

Sebab, dari asalnya satu kasus di Kelurahan Ronowijayan, kini sudah berkembang menjadi 9 kasus positif. Itu bisa berpotensi bertambah, seiring dengan tracing yang telah dilakukan oleh tim satgas penanggulangan Covid-19.

“Peringkatan zona ini ditentukan oleh tingkat penularan, bukan banyaknya jumlah kasus positif. Dan dari kluster Ronowijayan ini penularannya cepat,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (11/7/2020).

Ipong menyebut peta zonasi resiko daerah itu dihitung oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat. Penghitungannya pun berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat, dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Dan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah ini diperbaharui secara mingguan. Tak heran jika sebulan lalu Ponorogo ditetapkan zona kuning dan sekarang sudah kembali lagi ke zona orange.

“Indikator yang mempengaruhi ya kluster Ronowijayan itu. Kalau kluster Pondok Gontor saya rasa bukan, sebab 11 kasus di Gontor itu terjadinya berbarengan,” katanya.

Dengan ditetapkannya Ponorogo ke dalam zona orange atau daerah beresiko sedang ini, Ipong berharap masyarakat dapat belajar dan bersikap untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebagai bentuk antisipasi jika kasus positif meledak di Ponorogo, Ipong meminta rumah sakit yang ada di Ponorogo ini baik milik Pemkab maupun swasta untuk menambah kamar perawatan Covid-19 hingga dua kali lipat dari sebelumnya. Dia juga meminta pihak desa untuk mensiagakan lagi tempat isolasi yang ada di balai desa.

“Sehingga seandainya butuh isolasi besar-besaran kita akan siap. Kami juga akan memakai gedung sekolah kalau memang sangat diperlukan, toh anak sekolah juga belum ada yang masuk,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar