Pendidikan & Kesehatan

Kluster Keluarga Dominasi Kasus Penularan Covid-19 di Ponorogo

Kepala Dinkes Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ditetapkannya zona merah untuk Ponorogo, tidak menutup kemungkinan bumi reyog juga akan memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sebab saat ini tingkat penularan Covid-19 memang sangat tingggi. Bahkan jika dirunut dari sebulan ke belakang, tiap hari ada penambahan kasus konfirmasi baru.

“Tidak menutup kemungkinan PPKM di Ponorogo. Kebijakan tersebut yang menentukan Pemprov dan Pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Kamis (20/1/2021).

Dengan zona merah, itu artinya Ponorogo masuk dalam resiko penularan Covid-19 tinggi. Oleh karena itu, Dia tidak pernah akan lelah untuk menghimbau masyarakat agar disiplin mematuhi protokol kesehatan. Untuk protkes ini, Irin meminta meningkatkan dari 3 M menjadi 5 M. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Jadi protkesnya ditambah menjadi 5 M, tambahannya adalah menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” katanya.

Lonjakan demi lonjakan kasus Covid-19 ini, kata Irin disebabkan oleh banyaknya kluster keluarga. Selain itu penularan dari transmisi lokal juga sudah massif. Sebab, dari kasus konfirmasi baru yang ada, didominasi dari kontak erat. Dan kontak erat tersebut sebagian besar dari keluarganya sendiri.

Data miliknya, tambahan kasus terbanyak yang bermula dari kontak erat ada sebanyak 37 kasus. Tambahan terbanyak terjadi pada hari Minggu (17/1) lalu, satgas mencatatkan rekor penambahan hingga 66 kasus konfirmasi baru. “Kluster keluarga ini saya belum menganalisa prosentasenya berapa, namun perlu diketahui jika penambahan ini didominasi dari kontak erat yang tidak lain dari keluarganya sendiri,” pungkasnya. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar