Pendidikan & Kesehatan

Klaster Terbesar, PT Tanjung Odi Sumenep Siapkan ‘Pondok Sehat’ Bagi Karyawan

Sumenep (beritajatim.com) – PT Tanjung Odi, sebuah perusahaan rokok di Desa Gedungan, Sumenep, disebut-sebut sebagai ‘penyumbang’ pasien Covid-19 terbesar di Kabupaten Sumenep.

Bahkan dalam surat resminya, Bupati Sumenep, A. Busyro Karim selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa PT Tanjung Odi merupakan klaster terbanyak sebaran Covid-19. Karena itu, berdasarkan hasil rapat Forkopimda Sumenep, dipandang perlu untuk menutup sementara PT Tanjung Odi selama 14 hari.

Kepala Pabrik PT Tanjung Odi, Riski Komari pasca ditutupnya pabrik menyatakan, pihaknya tengah mempersiapkan tempat isolasi khusus karyawan yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kami siapkan tempat khusus. Namanya Pondok Sehat. Jadi bagi karyawan yang terpapar virus Covid-18, akan ditempatkan di pondok sehat,” terangnya, Minggu (28/06/2020).

Ia menjelaskan, bagi karyawan yang diistirahatkan, tetap akan mendapatkan hak-haknya sesuai aturan yang berlaku.

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, untuk langkah-langkah selanjutnya. Yang jelas, kami akan mematuhi saran dari satgas, dan kami tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat,” ucapnya.

Penutupan sementara terhadap pabrik pelintingan rokok mitra Gudang Garam Kediri itu dilakukan, pasca sejumlah karyawannya terkonfirmasi positif Covid-19. Dalam rapid test yang dilakukan perusahaan terhadap karyawan, didapati 168 karyawan yang hasil rapid testnya reaktif.

Pasca itu, Pemkab Sumenep mengambil acak 20 karyawan PT Tanjung Odi yang hasil rapidnya reaktif, untuk dilakukan swab. Dari 20 orang yang di swab, 9 diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19. Karena itulah, Bupati meminta agar PT Tanjung Odi menghentikan aktifitas produksinya dan menutup sementara pabriknya selama 14 hari.

Perusahaan juga diminta untuk melakukan swab terhadap seluruh karyawan yang hasil rapid testnya reaktif. Sampai saat ini, tercatat ada belasan karyawan PT Tanjung Odi yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara sejumlah karyawan lain masih menunggu keluarnya hasil swab yang telah dilakukan.

“Swab untuk karyawan itu merupakan tanggung jawab perusahaan. Termasuk apabila terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan warga sekitar atau keluarga karyawan hasil ‘tracing’, itu menjadi tanggung jawab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumenep,” terang Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. [tem/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar