Pendidikan & Kesehatan

Klaster Pondok, Satgas Jatim Sebut Sebaiknya Santri Dipisah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pondok pesantren di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Rumpun Tracing Satgas Jatim, dr Kohar mengatakan dalam penanganan Covid 19 intinya adalah menekan laju penyebaran virus. Caranya adalah dengan isolasi dimana yang di dalam tidak keluar, yang di luar tidak masuk ke dalam (area pondok).

Selanjutnya, upaya kedua dalam penanganan virus adalah peningkatan daya tahan tubuh yakni dengan memperhatikan asupan gizi makanan yang dikonsumsi para santri. Termasuk juga memantau aktivitas dan memastikan sanitasi yang digunakan higienis dan dalam keadaan baik.

“Alhamdulillah upaya-upaya tersebut saat ini sudah berlangsung. Posko kesehatan yang berisi tim kesehatan dari pemprov dan pemkab juga sudah ada di lokasi untuk memantau kesehatan para santri,” ujarnya, Kamis (3/8/2020).

Dr. Kohar juga menekankan pentingnya physical distancing untuk memutus mata rantai penularan covid. Pemisahan santri yang positif dan yang masih sehat menjadi salah satu cara yang wajib dilakukan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau pondok pesantren di Banyuwangi

“Setelah hasil swab keluar akan kami buat rekomendasinya agar penanganan optimal. Intinya bagaimana supaya jangan sampai penularan itu terus berlangsung. Kami akan formulasikan ulang lagi supaya sesuai dengan kondisi di lapangan,” terangnya.

Menurut Kohar, pemisahan santri positif dan yang sehat, sejauh ini masih bisa dilakukan di sekitaran pondok.

“Kalau dibutuhkan kami bisa juga membuat tenda besar untuk tempat pemisahan sementara,” ujar Kohar.

Sebelumnya, ratusan santri di pondok pesantren Darussalam Blokagung Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari terkonfirmasi positif Covid 19. Pemerintah bersama Satuan Tugas Covid 19 melakukan karantina lokal pondok tersebut guna memutus mata rantai penyebaran Covid 19.

Para santri saat ini masih berada dalam satu lokasi di kawasan Pondok Pesantren terbesar di Banyuwangi ini. Seluruh kebutuhan dan perlengkapan, termasuk konsumsi disediakan oleh pemerintah Kabupaten Banyuwangi didukung Pemprov Jatim.(rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar