Pendidikan & Kesehatan

Klaster Pondok, Ini Yang Dibutuhkan Santri

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso mengatakan, selama proses karantina tidak boleh ada yang keluar masuk pondok, kecuali tenaga medis dengan tugas dan penanganan khusus.

“Yang terpenting untuk konsumsi para santri ini adalah nilai gizi dan kebersihannya. Kemudian adalah gizi dan kebersihannya. Makanya kita jaga benar,” kata Kohar, Senin (31/8/2020)

Pondok pesantren Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari dikarantina. Menyusul terdapat ratusan santri terkonfirmasi positif Covid 19.

Karantina dilakukan sejak Minggu (30/8/2020) kemarin. Sejumlah skema bantuan dilakukan. Mulai dari menyediakan konsumsi makanan hingga obat-obatan. Berbagai pihak juga peduli terhadap peristiwa ini. Termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Banyuwangi.

Sejauh ini, kasus konfirmasi covid 19 di Banyuwangi bertambah 1 kasus. Sehingga total kasus positif menjadi 772 kasus, mayoritas pasien adalah santri. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar