Pendidikan & Kesehatan

Klaster Pondok Banyuwangi, Ini Kebutuhan Konsumsi Harian di Dapur Umum

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar meninjau Dapur Umum di lapangan Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari Banyuwangi

Banhyuwangi (beritajatim.com) – Untuk kebutuhan tersebut, Kadir mengatakan, BPBD belanja logistik dalam jumlah besar. Contohnya, untuk satu kali menu makan siang dibutuhkan telor ayam 645 kg, terong 650 kg, tempe 40 lonjor, tomat 50 kg, cabe besar dan rawit 90 kg, terasi 10 kg.

“Lalu nasi 900 kg, belum buah-buahan. Kami bekerja tulus demi kebaikan para penghuni pondok pesantren agar segera dibebaskan dari covid 19,” ungkap Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Abdul Kadir, Rabu (1/8/2020).

Dapur umum telah didirikan di tanah lapang yang tidak jauh dari pondok. Lapangan itu didesain menjadi pusat dapur umum.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Abdul Kadir saat berada di Dapur Umum di Lapangan Kaligesing, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari. Banyuwangi

Anggota Taruna Siaga Bencana atau Tagana yang terlibat di dapur umum, Dwi Trestanti, dari Kecamatan Rogojampi, mengatakan, pengalaman memasak untuk penanganan covid-19 adalah pengalaman baru bagi dia, karena memang pandemi Covid-19 ini baru pertama melanda dunia.

“Ini jumlahnya luar biasa besar, 18 ribu itu tidak sedikit. Ekstra kerjanya,” kata Tanti, sapaan akrabnya.

“Kami semua bekerja keras, tulus. Meski tugas kami penuh risiko, ini sudah panggilan jiwa, kami niatkan membantu sesama,” ujarnya.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Desa Karangdoro Kecamatan Tegalsari dilakukan karantina total, menyusul ratusan santri dinyatakan positif Covid 19. Pemkab Banyuwangi bersama Pemprov Jatim, TNI-POLRI dan relawan mendukung bantuan untuk kebutuhan mereka selama karantina. Mulai makanan, konsumsi, obat-obatan dan tenaga medis.

Secara khusus, Pemkab Banyuwangi menyediakan anggaran Rp 3 miliar untuk kebutuhan logistik dapur umum tersebut. (rin/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar